All Good - Twenty Eight

2.9K 370 12
                                        

Jeje dan Jio sama-sama menegakkan tubuh mereka. Keduanya baru saja merampungkan persiapan live perdana bersama Seventeen dan Ilichil yang kali ini mengambil tema pajamas party. Ruang serba guna Guest House disulap menjadi set untuk live tersebut. Sembari menunggu para anggota selesai bersiap-siap, Jeje dan Jio memutuskan untuk kembali mengecek para kru dan staf yang akan merekam live tersebut. Atensi keduanya teralihkan saat rombongan pemuda mengenakan piyama berwarna warni dengan aneka motif, lengkap dengan make up tipis terpulas di wajah mereka.


Jio menyenggol lengan Jeje. Mengedikkan dagunya ke arah dua puluh dua pemuda yang saat ini sedang dipasangkan peralatan audio di tubuh mereka.


"Ada apa Jio-ya ?" tanya Jeje bingung.


"Noona tidak memberikan briefing lagi pada mereka ?


Jeje menggelengkan kepalanya.  "Tidak perlu. Ini kan bukan pertama kali mereka shooting bersama"


"Bagaimana kalau kejadian saat festival sekolah dulu terulang kembali ?"


"Kau itu manajer mereka kan ? Masak kau meragukan profesionalitas mereka ? Kau harus yakin dengan artismu...."


Jio menggaruk rambutnya yang tidak gatal dengan jari telunjuk.


"Hehehehehe.... Benar juga Noona.... Harusnya aku yakin dengan artisku..."


"Itu salah satu pelajaran dasar sebagai manajer artis, Jio-ya. Jangan pernah ragu dengan artismu...."


Salah satu produser memberikan aba-aba bahwa shooting akan segera dimulai. Jeje dan Jio menyingkir ke sudut ruangan. Seventeen dan Ilichil mengambil posisi masing-masing sesuai dengan arahan staf. Dan untung saja, diantara Jaehyun dan Mingyu, ada S.Coups dan Taeyong yang menjadi pemisah antara keduanya.


Sebelum kamera rooling, Mark, Haechan dan Dino melambaikan tangan dengan semangat ke arah Jeje yang dibalas sama semangatnya oleh Jeje. Dari tempat Jeje berdiri, dia bisa melihat senyum lebar tersemat di wajah Woozi. Terakhir kali mereka mengecek jumlah viewer dari MV single terbaru yang baru dirilis kemarin, sudah mencapai angka lima puluh lima juta viewers. Kekhawatiran Woozi tidak terbukti. Jeje mengangkat jari jempolnya ke arah Woozi yang dibalas dengan anggukan sekilas.


"Gomawo Noona...." balas Woozi tanpa suara.


⛄️⛄️⛄️


Shooting live perdana mereka selesai dalam waktu satu setengah jam. Satu jam berikutnya dihabiskan untuk sesi pemotretan untuk di share di akun media sosial masing-masing anggota. Para kru beserta staf baru seluruhnya meninggalkan Guest House setelah jam menunjukkan pukul sepuluh malam.


Begitu Jeje kembali ke kamarnya, hal pertama yang dilakukan oleh wanita itu adalah melihat ponselnya yang sedang tersambung ke kabel pengisi daya yang ada di atas nakas. Dahinya berkerut saat dia melihat notifikasi panggilan tidak terjawab yang mencapai dua ratusan lebih.


Siapa gerangan yang menghubungi nomor Jeje seintens itu ?


Segera Jeje memeriksa daftar notifikasi, dan cukup terkejut saat melihat bahwa seratus sembilan puluhan diantaranya datang dari nomor pribadi anggota Dream. Sementara sekitar sepuluh panggilan tidak terjawab yang lain berasal dari nomor Nara, manajer sementara Dream yang menggantikan dirinya.


Mengabaikan panggilan dari anggota Dream, Jeje memilih untuk menghubungi nomor Nara. Panggilan Jeje langsung dijawab oleh Nara pada dering pertama.


ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang