All Good - Eighty Four

1.7K 257 18
                                        

Sudah hampir dua puluh menit sejak para anggota memasuki wahana rumah hantu tersebut, dan sudah selama itu juga Jeje, Jio serta staf tambahan yang lain menunggu di pintu keluar sembari mendengar rekaman audio yang peralatannya sengaja diatur oleh para kru di sana. Sesekali Jeje dan yang lain berjengit kaget karena mendengar suara-suara teriakan anggota dari dalam. Bahkan Hyun Ae dan Suji berpengangan satu sama lain, kompak memejamkan mata mereka saat suara teriakan anggota kembali terdengar.


"Untung kita tidak perlu ikut masuk ke dalam sana...." gumam Jio sambil mengusap dadanya pelan.


Jeje tidak menjawab. Pikirannya sibuk berkelana karena suara-suara para anggota yang keluar dari peralatan audio, tidak jauh dari posisi mereka berdiri. Hatinya sakit saat mendengar Dino dan Haechan yang hampir menangis karena ketakutan. Jeje hanya bisa berdoa, semoga anggota yang berada di dalam tim yang sama dengan duo maknae itu bisa menjaga keduanya dengan baik.


"Maaf, PD-nim...." Jeje memanggil PD yang sedang memonitor rekaman.


PD yang dipanggil oleh Jeje melepaskan headset yang menempel di kedua telinganya lalu mendongakkan kepalanya ke arah Jeje.


"Ne, Jeje-ssi?"


"Berapa lama estimasi mereka bisa menyelesaikan tantangan ini?" tanya Jeje sembari menunjuk ke arah pintu keluar yang ditutupi oleh selembar kain.


"Menurut staf wahana, waktu yang diperlukan untuk menjelajahi seluruh ruangan di dalam bangunan ini adalah lima puluh menit. Tapi, karena kita sudah membagi mereka dalam tim, mungkin mereka bisa menyelesaikannya dalam waktu setengah jam saja." jawab PD tersebut.


Jeje mengangguk kepalanya mengerti.


Sudah dua puluh menit berlalu. Berarti tinggal sepuluh menit lagi kan?


Jeje kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Jio.


"Truk snack dan kopi sudah siap?" tanya Jeje.


Jio menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Sudah, Noona...."


"Kalau estimasi waktu yang diberitahu oleh PDnim tadi benar, sepuluh menit lagi para anggota akan keluar dari dalam sana. Sampaikan pada chef dan baristanya, mereka sudah bisa mulai menyiapkan kopi serta camilan untuk para anggota" suruh Jeje.


"Ah, ajak Suji dan Hyun Ae juga denganmu...." Jeje mengedikkan dagunya ke arah Hyun Ae dan Suji.


"Baik, Noona...." jawab Jio. Dia melakukan perintah Jeje, mengajak Hyun Ae dan Suji supaya ikut dengannya dan berjalan menuju tempat dimana truk snack dan kopi diparkir.


"WOAAAAHHHH !!!!"


"LARI!!!!!"


"BERHENTI MENGEJAR KAMI !!!!!"


"AISSHHHH SIALAAAANNN !!!!"


Suara-suara teriakan Hoshi, Taeyong, Vernon dan Yuta terdengar di luar. Membuat atensi Jeje kembali fokus ke peralatan audio yang ada di hadapannya.


Mereka terlalu banyak berteriak malam ini. Bagaimana nasib pita suara mereka besok?


⛄️⛄️⛄️


Suara teriakan, tangisan serta tawa yang melengking tidak berhenti terdengar di sepanjang jalur yang dilewati oleh Taeil, Johnny, Jun, Wonwoo, Minghao dan Haechan. Wonwoo dan Minghao sudah berpindah posisi ke depan bersama dengan Taeil. Johnny ada di belakang mereka bertiga. Sementara Jun berada di paling belakang, menjaga Haechan yang berada di depannya.


ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang