All Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka.
22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun.
Apakah proyek ini mampu...
Tidak hanya Vernon yang bangun untuk menikmati salju pertama yang menutupi halaman Guest House, tetapi akhirnya, seluruh penghuni Guest House juga keluar dari kamar mereka masing-masing. Ada yang merasa terganggu dengan keributan yang dibuat oleh maknae line itu dan akhirnya keluar dari kamar hanya untuk mengomeli mereka seperti Jeonghan, Woozi, Yuta dan Doyoung tapi berakhir ikut bermain di halaman. Ada yang memang ingin ikut bermain salju bersama-sama seperti Taeil, Joshua, Jun, Mingyu dan Dokyeom. Bahkan Hoshi yang baru sembuh dari sakitnya terlihat bersemangat saling melempar salju dengan Seungkwan dan Dino.
Bagaimana dengan anggota lain yang tersisa ?
Mereka-S.Coups, Taeyong, Johnny, Wonwoo, Jaehyun, Minghao-memilih untuk duduk tenang di teras sambil memegang segelas minuman hangat yang disiapkan oleh Jeje dan Jio.
"Hoshi-ya.... Kau itu baru sembuh dari sakit.... Jangan lama-lama bermain saljunya...." S.Coups berseru dari tempat duduknya untuk memperingati Hoshi yang saat ini sedang berbaring terlentang di atas halaman. Di dekat Hoshi berdiri Vernon dan Dokyeom yang sepertinya ingin mengubur tubuh Hoshi dengan kepingan salju.
Joshua yang berada tidak jauh dari Hoshi, Vernon dan Dokyeom menghentikan kegiatannya menulis sesuatu di atas hamparan salju lalu mendekat ke arah ketiga orang tersebut.
"Kalian tidak dengar apa kata Seungcheol? Hoshi masih sakit. Kalau kalian mau mengubur orang hidup-hidup dengan salju, lakukan pada Mingyu....."
Vernon dan Dokyeom saling berpandangan lalu tertawa bersama.
"Ide yang bagus, Hyung !" ucap Vernon.
"Ayo kita kejar Mingyu..." ajak Dokyeom. Mereka lalu berlari bersama, mencari Mingyu yang lari terbirit-birit setelah mendengar kalau dia menjadi sasaran baru Vernon dan Dokyeom.
Joshua mengulurkan tangannya untuk membantu Hoshi berdiri. Tapi tidak lama setelah Hoshi berhasil menegakkan tubuhnya, tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang basah mengenai punggungnya. Hoshi sontak menolehkan kepalanya ke belakang. Menatap geram ke arah Doyoung yang berdiri sambil menjulurkan lidahnya ke arah Hoshi.
"Tunggu pembalasanku, kelinci liar !!!" geram Hoshi. Dia berjongkok, meraup segenggam salju dengan tangan kanannya lalu mulai mengejar Doyoung untuk membalas dendam,
Di tempat yang lain, Haechan dan Mark berbaring terlentang di atas salju. Kedua tangan mereka dijulurkan ke atas dan kedua kaki mereka dibuka selebar bahu. Dengan gerakan membuka dan menutup yang dilakukan berulang, Haechan dan Mark membuat gambar malaikat dengan tubuh mereka di atas salju.
Setelah dirasa cukup, keduanya bangun dari posisi mereka sebelumnya untuk melihat gambar malaikat yang mereka hasilkan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Punyaku lebih bagus !!!" Haechan menunjuk ke arah malaikat yang dibuat di sebelah kiri.
"Eiyyy..... lebih bagus punyaku tahu !!!" balas Mark tidak mau kalah.