Usai makan malam, Joshua menawarkan untuk membuat makanan penutup yang bisa mereka nikmati bersama. Kali ini, Jeje pikir dia tidak bisa berdiam diri lagi. Dia harus bicara dengan Joshua. Setidaknya mengucapkan terima kasih untuk tindakannya memberikan semangat pada Jeje lewat sederet sticky notes yang saat ini masih terpajang dengan rapi di dinding kamar Jeje.
Karena Joshua yang membuatkan makanan penutup, Seungkwan dan Dokyeom menawarkan diri untuk membantu, tapi ditolak oleh pemuda itu. Jeje memanfaatkan kesempatan itu. Setelah membujuk Jisung supaya mau ikut bergabung dengan Hyungdeul nya yang lain di ruang serbaguna, Jeje menghampiri Joshua yang sedang sibuk sendirian di dapur.
"Shua-ya...." panggil Jeje.
Joshua langsung membalikkan tubuhnya. Dia sontak tersenyum kala bertatapan dengan Jeje.
"Noona...." sahut Joshua. Saat dia melihat Jeje tertatih-tatih melangkah ke arahnya, Joshua langsung meninggalkan kegiatannya dan menghampiri Jeje untuk membantu gadis itu.
"Apa Noona butuh sesuatu?" tanya Joshua.
Jeje menggelengkan kepalanya.
"Tidak. Noona hanya ingin ikut membantumu..."
Joshua tersenyum lembut.
"Tidak perlu, Noona. Aku bisa melakukannya sendiri. Sebentar lagi selesai kok. Noona duduk saja di sini ya..." Joshua membimbing Jeje untuk duduk di stool bar yang ada di balik island table.
"Tapi, Shua-ya...."
"Tidak apa-apa, Noona..... Aku hanya tinggal mencampur nasi instan dengan sisa tumis daging babi tadi. Tidak ada yang sulit" tolak Joshua halus.
Jeje mengulum senyum.
Makanan penutup mereka memang berbeda dari yang lain.
Joshua kembali memunggungi Jeje. Sibuk untuk menyelesaikan makanan penutup yang sudah dia janjikan pada anggota Seventeen, Ilichil serta Dream yang sepertinya bersantai di ruang serbaguna. Dari dapur, Joshua dan Jeje bisa mendengar suara nyaring Jungwoo, Seungkwan dan Dokyeom bersahut-sahutan menyanyikan lagu ballad lawas dari perangkat entertainment yang terpasang di sana.
Sekitar sepuluh menit kemudian, Joshua mematikan tungku kompor induksi yang dia pakai untuk mencampur nasi instan dengan sisa daging babi tumis lalu memutar tubuhnya sehingga berhadapan dengan Jeje.
"Shua-ya....." panggil Jeje lagi.
Joshua mengangkat kepalanya. Lagi-lagi tersenyum lembut ketika matanya bertemu dengan mata Jeje.
"Ne, Noona....."
Jemari Jeje bertaut karena gugup. Tidak ingin kata-kata yang nantinya keluar dari mulutnya, menyakiti hati pria itu.
"Soal sticky notes.... Noona baru tahu kalau kau yang menuliskannya...."
Gerakan Joshua terhenti. Dia kemudian menumpukan kedua tangannya ke atas island table.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
FanfictionAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
