Seperti prediksi Taeyong, para anggota baru mulai menujukkan batang hidung mereka di Guest House menjelang sore hari. Sebagian besar dari mereka pulang dengan membawa banyak bungkusan di tangan mereka masing-masing. Entah apa saja yang mereka beli di luar sana sepanjang pagi hingga siang hari.
Barang bawaan Johnny adalah yang paling besar diantara barang bawaan yang lain. Dia mengajukan diri untuk membeli sebuah pohon natal yang nantinya akan dipasang di sudut ruangan. Menurut Johnny, pesta malam Natal tidak akan lengkap tanpa kehadiran pohon cemara yang menjadi simbol perayaan natal.
Karena Johnny yang sudah berbesar hati membelikan pohon natal, maka Joshua yang pergi keluar bersama dengan Dokyeom ikut andil untuk membelikan ornamen-ornamen khas natal untuk menghias pohon yang sudah dibelikan oleh Johnny itu.
Sembari menunggu anggota lain yang belum sampai di Guest House, Jeje mengajak para anggota yang sudah pulang untuk mulai menghias ruang serbaguna yang akan menjadi lokasi pesta natal mereka. Mungkin, karena mereka sudah puas bermain di luar, jadinya mereka tidak banyak yang mengeluarkan alasan dan langsung turun ke ruang serba guna, membantu Johnny dan Joshua yang sejak kembali ke Guest House langsung menyibukkan diri mereka di sana.
Atau mungkin juga, mereka tidak berani melawan perintah S.Coups dan Taeyong yang dimintai tolong ole Jeje untuk memberitahu para anggota mereka masing-masing.
"Jun Hyung.... Coba lihat, apa tulisan Merry X'Mas nya sudah tepat berada di tengah atau tidak ?" Haechan yang sedang menaiki pundak Mingyu bertanya pada Jun yang berdiri tidak jauh dari mereka.
"Kurang ke kiri sedikit, Chan...." jawab Jun.
Haechan langsung menundukkan kepalanya, menepuk kedua lengan Mingyu.
"Ke kiri, Hyung....." Haechan mengarahkan Mingyu. Dia melepaskan semua huruf yang merangkai kata Merry X'Mas yang sudah dia tempel sebelumnya dan menempelkannya kembali sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Jun.
"Sudah belum, Chan ?" tanya Mingyu dari bawah Haechan.
"Sebentar, Hyung.... Sedikit lagi...." jawab Haechan. Setelah menempelkan huruf terakhir, Haechan kembali menolehkan kepalanya pada Jun.
"Kalau sekarang, bagaimana Hyung ?" Haechan bertanya lagi.
"Ke kanan sedikit...." sahut Jun.
Haechan kembali memberi isyarat kepada Mingyu agar pemuda Kim itu menggeser posisi mereka sesuai dengan petunjuk dari Jun.
Mengulang kegiatannya yang tadi, Haechan melepaskan huruf-huruf yang belum lama dia tempel baru kemudian ditempelkan kembali ke arah yang disebutkan oleh Jun.
Minghao yang tidak sengaja menjadi pengamat pekerjaan Haechan dan Mingyu itu tidak tahan untuk berkomentar.
"Kalian itu dikerjai oleh Jun Hyung..... Posisi baru ini tidak ada bedanya dengan posisi sebelumnya...." ujar Minghao jujur.
Mingyu dan Haechan kompak membalikkan tubuh mereka setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Minghao. Tatapan tajam kompak mereka berdua layangkan kepada Jun yang sekarang tertawa-tawa di tempatnya.
"JUN HYUUUUNG !!!!" pekik Haechan dan Mingyu bersamaan.
"Turunkan aku sekarang, Hyung...." minta Haechan pada Mingyu.
Mingyu merendahkan tubuhnya dan Haechan langsung melompat turun. Tanpa diberikan komando, keduanya bergerak bersama-sama mengejar Jun untuk memberikan pelajaran kepada pemuda itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
FanfictionAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
