All Good - 126

1.3K 171 3
                                        

S.Coups benar-benar kesal sekarang. Rencananya untuk menghabiskan liburan berdua saja dengan Jeje berantakan gara-gara kedatangan anak-anak Dream. S.Coups juga tidak bisa berkutik ketika Jeno mengatakan bahwa ini adalah hadiah natal yang dia inginkan dari S.Coups. Ingatkan ketika Seventeen datang ke Kwangya kemudian mereka meminta hadiah natal dari S.Coups ? Saat itu Jeno mengatakan pada S.Coups bahwa air purifier yang sekarang sudah berada dengan aman di dalam dorm Dream itu bukanlah hadiah natal yang dia inginkan. Berlibur bersama Jeje adalah keinginannya.


Kalau sudah begitu, bagaimana S.Coups akhirnya tidak mengalah ? Waktu itu dia sudah berjanji kalau dia akan memberikan apapun permintaan anak-anak Dream. Seandainya S.Coups bisa menjelajahi waktu, dia ingin kembali ke masa itu lalu memberikan peringatan kepada dirinya sendiri supaya tidak asal bicara. Ada andil Joshua juga sebenarnya. Coba waktu itu dia tidak tiba-tiba menawarkan diri untuk membelikan hadiah natal permintaan anak-anak Dream, tidak akan mungkin jiwa kompetitif S.Coups tersulut.


Hembusan napas kasar kembali terdengar. Pelakunya siapa lagi kalau bukan S.Coups ? Saat ini dia sedang berada di balik kemudi, menjadi sopir yang baik untuk enam orang penumpang yang juga menaiki mobil tersebut. Jeje berada di kursi tengah, diapit oleh Jisung dan Chenle. Jeno dan Jaemin mengalah untuk duduk di kursi paling belakang sedangkan Renjun menjadi navigator sekaligus menemani S.Coups. Gagal sudah angan-angan S.Coups untuk berkendara sembari menggenggam telapak tangan Jeje di sepanjang perjalanan.


"Hyung kenapa ?" tanya Renjun polos ketika mendengar suara napas S.Coups.


"Tidak ada...." jawab S.Coups ketus.


Renjun tahu kalau suasana hati S.Coups pasti terjun bebas karena kedatangan mereka. Jeonghan juga sudah memperingatkan mereka sebelumnya. Tapi, bagaimana ya? Sebelum dengan S.Coups, Jeje itukan milik mereka. Mereka berlima juga rindu dengan Jeje. Makanya Renjun tidak menolek ide Jeno ini.


"Coups Hyuuuung...." Jaemin memanggil dari kursi belakang.


S.Coups melirik dari kaca spion tengah.


"Mwo ?"


"Aku lapar.... Kita mampir ke rest area terdekat dulu ya Hyung....."


"Tidak bisa. Tidak ada manajer atau pengawal yang ikut. Nanti siapa yang akan menjaga kalian ?" tolak S.Coups tegas. Bibir bawah Jaemin pun maju ke depan.


"Aku juga ingin ke toilet. Apa Hyung mau aku kena batu ginjal karena menahan buang air kecil ?" Chenle melanjutkan rengekan Jaemin sebelumnya.


"Tahan sebentar saja...."


"Tidaaaak mauuuu..... tidaaaaak bisaaaaa" Chenle semakin membuat keributan di dalam mobil.


"Yaaakk !!! Bisa diam tidak ? Hyung sedang menyetir!" S.Coups menegur dari balik kemudi.



"Tahan sebentar, Chenle-ya.... Hanya sampai rest area berikutnya. Nanti Noona yang akan mengantarmu ke toilet umum...." Jeje akhirnya menengahi.


Setelah mendengar Jeje, Chenle dan Jaemin tersenyum lebar. S.Coups yakin kalau situasi tadi itu hanya akal-akalan mereka saja. Buktinya, sekarang ini kedua pemuda tanggung itu sudah sibuk membuat daftar yang berisi jajanan khas rest area yang akan mereka beli nanti.


Tiga puluh menit kemudian, S.Coups membelokkan mobil yang dia kendarai memasuki kawasan rest area. Karena ini adalah musim liburan, ada banyak mobil yang parkir di kawasan rest area tersebut. Termasuk juga beberapa bus pariwisata berukuran besar. Kekhawatiran S.Coups bertambah. Bagaimana pun juga, dia dan Dream adalah public figure. Dan hanya ada Jeje sebagai manajer. S.Coups tidak ingin liburan mereka ini sampai diketahui oleh penggemar.


ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang