All Good - 111

1.6K 239 20
                                        


Acara makan satu mangkuk bubur berdua antara Doyoung dan Hoshi sudah selesai sejak lima belas menit yang lalu, tapi Jeje tidak kunjung menunjukkan wajahnya di kamar. Jujur saja, tenggorokan Doyoung dan Hoshi terasa sangat kering sekarang karena keduanya sama sekali belum minum setelah menghabiskan semangkuk bubur buatan Jeje.


Doyoung ingin menyusul Jeje ke bawah, tapi dia bimbang. Jeje memintanya untuk tetap berada di dalam kamar. Siapa tahu perut Hoshi berulah lagi setelah dia menghabiskan makanannya. Jadi Doyoung tidak berani meninggalkan Hoshi sendirian.


Hanya saja, dia masih merasa canggung untuk memulai pembicaraan dengan Hoshi setelah beberapa hari ini mereka berdua saling mendiamkan satu sama lain.


Doyoung menatap Hoshi datar. Si pasien yang sedang dia tunggui sedang sibuk dengan ponselnya. Dino baru saja mengirimkan video-video latihan dan Hoshi yang bertanggung jawab untuk performance memberikan evaluasi merekam beberapa voice note pada Dino, menjelaskan bagian-bagian mana yang perlu diperbaiki sebelum para anggota melanjutkan latihan mereka lagi.


Doyoung menghela napas kesal.


Dia tidak tahan lagi sekarang.


"Tidakkah seharusnya kau mengatakan sesuatu padaku sekarang?" tanya Doyoung sinis.


Hoshi mengangkat kepalanya, memandangi Doyoung dengan kening yang berkerut dalam.


"Kau ini bicara apa sih? Memangnya aku harus mengatakan apa padamu?"


Doyoung mendecakkan lidahnya.


"Maaf, misalnya?"


Hoshi tidak menjawab. Dia mengembalikan atensinya pada ponsel yang dia pegang. Melanjutkan mengirim voice note pada Dino yang tadi sempat tertunda karena Doyoung mengajaknya bicara.


"Kau benar-benar menyebalkan, Kwon Soonyoung...." desis Doyoung. Kesabarannya sudah habis. Lebih baik dia menyingkir dari kamar sebelum muncul pertengkaran baru antara dirinya dan Hoshi.


Doyoung mendorong kursi yang dia duduki sampai menimbulkan suara decitan yang cukup keras di lantai.  Suara itu membuat Hoshi kembali menolehkan kepalanya ke arah Doyoung.


"Lho, mau kemana?" tanya Hoshi.


"Bukan urusanmu...." tukas Doyoung.


"Begitu saja marah.... Kau pikir kau itu bocah berusia lima tahun? Kau lihat sendiri kan aku sedang mengevaluasi video latihan anggota? Bisa tidak kau menunggu sebentar sampai aku selesai? Nanti aku akan bilang maaf padamu sebanyak yang kau inginkan...." balas Hoshi.


Doyoung menahan diri untuk tidak balik mengumpati Hoshi. Daripada dia disamakan dengan bocah berumur lima tahun, akhirnya dia menarik kembali kursi lalu duduk di sana. Menunggu dalam diam sampai Hoshi selesai melakukan kegiatannya.


⛄️⛄️⛄️


Setelah selesai dengan urusannya, Hoshi menjauhkan ponsel miliknya. Dia menepati janjinya untuk mendengarkan Doyoung setelah selesai melakukan evaluasi.


"Jadi ? Kau ingin aku minta maaf padamu?"


Doyoung mengangguk mantap.


"Okay.... Aku akan melakukan itu. Tapi, sebagai gantinya, kau juga harus melakukan sesuatu untukku...."


Satu alis Doyoung menukik tajam.


"Aku harus melakukan apa ?"


Hoshi melipat kedua tangannya ke depan dada.


ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang