Happy 300k viewers !!!!!!!!
Pagi itu, kantor agensi Seventeen dipenuhi suasana riuh yang tidak biasa. Proyek istimewa para anggota bersama Na PD, akhirnya tiba. Malam sebelumnya, setiap anggota telah menerima jadwal syuting konten khusus, lengkap dengan rincian waktu kedatangan, pakaian yang harus dikenakan, hingga durasi syuting yang berlangsung hingga pukul tujuh malam. Namun, alih-alih antusias, sebagian anggota justru diliputi kecurigaan.
Jeje jelas sudah menduga reaksi mereka. Sejak jadwal dikirimkan, pesan-pesan penuh pertanyaan membanjiri ponselnya.
Mengapa syutingnya harus seharian penuh?
Ini benar-benar hanya konten biasa, bukan?
Kecurigaan para anggota bertambah karena Jun, yang baru menyelesaikan syuting filmnya kemarin, harus segera bergabung dengan tim hari ini. Jeje terpaksa mencari alasan logis agar para anggota tidak terus meributkan hal tersebut di grup chat mereka.
Yang lebih memusingkan, S.Coups, sang kekasih, masih enggan berbicara dengannya. Kesibukan mereka juga menjadi alasan keduanya tidak kunjung berbaikan. Bisa dibilang, pertengkaran mereka kali ini adalah pertengkaran terlama setelah pertengkaran karena Jeje mencabut laporannya terhadap Yoo Ah dulu.
Bahkan, pagi ini, ia memilih berangkat langsung dari apartemennya menuju lokasi syuting, menolak berkumpul bersama anggota lain di kantor.
Ruang kerja Jeje menjadi tempat mereka berkumpul, menunggu yang lain menyelesaikan hair and make up.
Woozi, yang biasanya pendiam, menatap Jeje dengan pandangan penuh selidik. Jas hitamnya masih tergantung di sandaran kursi, namun wajah dan rambutnya telah tertata rapi.
"Noona, ini hanya syuting konten biasa seperti sebelumnya, bukan? Mengapa harus dimulai pagi-pagi sekali dan berakhir hingga malam? Kalian tidak sedang merencanakan sesuatu untuk mengecoh kami lagi, kan?" tanyanya, nada suaranya mencerminkan kecurigaan mendalam.
Jeje menarik napas dalam, berusaha menjaga raut wajahnya tetap tenang. "Mengecoh? Siapa yang akan melakukan itu? Syuting hari ini memang istimewa, Woozi. Ini untuk merayakan ulang tahun debut kalian yang ke-10. Tim Na PD telah menyiapkan berbagai segmen menarik. Jika tidak mempercayai Noona, tanyakan langsung kepada mereka di lokasi," jawabnya dengan senyum tipis, berharap meredakan ketegangan.
Mingyu, yang sedang merapikan rambutnya di depan cermin, menoleh. "Tapi, Noona, kemarin paspor kami diminta perusahaan. Itu pasti ada kaitannya dengan jadwal ini, bukan?" tanyanya, alisnya terangkat.
Jeje menggeleng tegas. "Tidak ada kaitannya, Mingyu. Paspor kalian diminta karena ada agenda luar negeri dalam waktu dekat. Jangan terlalu banyak berpikir."
Dino, yang selama ini hanya mendengarkan sambil mengikat tali sepatunya, angkat bicara. "Lagipula, kalau kita akan dikejutkan seperti Nana Tour lagi, apa itu mungkin? Hoshi Hyung dan Woozi Hyung segera rilis album, kan? Kita juga akan segera comeback. Mana ada waktu jalan-jalan?" ucapnya polos.
Jeje diam-diam bersyukur atas kepolosan maknae itu.
"Benar. Dengarkan adik kalian. Dia tahu jadwal kalian hingga pertengahan tahun sangat padat. Mana mungkin ada waktu untuk berlibur," timpalnya, memanfaatkan momen untuk mengalihkan perhatian.
Sebelum pembicaraan berlanjut, Suji, manajer umum Seventeen, muncul di ambang pintu.
"Kendaraan sudah siap di basement. Ayo, kita berangkat!" serunya. Para anggota yang sudah menyelesaikan hair and make up pun berpamitan kepada Jeje dan meninggalkan ruangan. Woozi akhirnya mengenakan jas hitamnya, sementara Mingyu melirik Jeje dengan ekspresi yang seolah berkata, "Aku tetap waspada, Noona....."
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
Fiksi PenggemarAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
