Matahari belum juga menyingsing dengan sempurna tetapi Taeil sudah terbangun dengan perut keroncongan. Sudah menjadi kebiasaan Taeil sejak dia debut dulu, setiap kali akan menghadapi event-event besar, comeback, hari syuting MV maupun konser, nafsu makan Taeil akan sedikit meningkat. Entah apa itu karena pengaruh psikologis saja, tapi dengan membuat perutnya kenyang, Taeil bisa sedikit meredam rasa gugup dan cemas yang datang.
Taeil merubah posisinya dari berbaring menjadi duduk dengan kedua kakinya menjuntai ke bawah sementara bobot tubuhnya dia tumpukan pada kedua lengan yang terarah lurus ke belakang tubuhnya. Matanya mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan dengan temaramnya penerangan yang ada di dalam kamar yang ditempati oleh dirinya dan S.Coups.
Taeil beringsut beranjak bangun dan dengan langkah mengendap-endap mendekati kasur yang ditempati oleh S.Coups. Semalam, saat Taeil kembali dari mengantar anak-anak Dream, S.Coups masih duduk di ruang serbaguna dengan beberapa anggota Seventeen yang lain. Dan sampai Taeil hampir terlelap, dia tidak tahu jam berapa S.Coups masuk ke dalam kamar mereka.
Taeil menghela napas panjang sambil menatap wajah S.Coups yang ditutupi oleh tudung hoodie yang dia gunakan untuk tidur. Enam bulan menempati kamar yang sama, Taeil tahu kalau S.Coups mengidap insomnia yang cukup parah. Leader Seventeen itu kadang baru terlelap ketika gelap sudah berganti terang. Menyisakan hanya satu atau dua jam saja untuk dia bisa beristirahat sebelum melakukan jadwal mereka. Dan terus terang, Taeil mulai khawatir dengan kondisi pemuda itu. Dia mulai berpikiran untuk mencari bantuan supaya S.Coups bisa sembuh dari gangguan tidurnya.
Tapi Taeil juga tidak mau dianggap terlalu ikut campur mengurusi hal-hal yang bersifat pribadi dari teman sekamarnya itu. Taeil jadi bimbang, kalau dibiarkan terus-terusan, bisa-bisa gangguan tidur yang diderita oleh S.Coups itu menggerogoti kondisi kesehatan S.Coups.
Suara yang berasal dari dalam perut Taeil membuat dia memutuskan untuk mengatasi rasa laparnya terlebih dahulu. Setelah membenahi letak selimut S.Coups, Taeil melepaskan ponselnya yang tersambung di kabel pengisi daya lalu keluar dari kamar dengan gerakan yang sangat berhati-hati.
Ketika Taeil sudah berada di luar, suasana sepi dan lengang langsung menyambutnya. Wajar saja sih, mungkin baru dia penghuni Guest House yang bangun. Hari jadwal mereka akan dimulai jam sepuluh pagi. Jadi normalnya, Guest House baru akan menunjukkan tanda-tanda kehidupan sekitar jam delapan pagi nanti. Sementara sebelum Taeil keluar dari kamarnya tadi, jam di layar ponselnya baru menunjukkan pukul setengan enam pagi.
Harusnya baru dia yang baru bangun, tetapi suara serak yang menyapa dari belakang tubuhnya membuat Taeil berjengit kaget bahkan melompat dari tempatnya berdiri.
"Taeil Hyung ?"
Taeil memutar tubuhnya yang gemetar dengan takut-takut sambil merapalkan doa-doa yang masih bisa dia ingat. Maklum, dia seorang yang non religius sekarang. Jantungnya berdegup dua kali lebih cepat. Baru ketika dia bisa melihat dengan jelas siapa yang berdiri di belakangnya, akhirnya Taeil bisa bernapas lega.
"Minghao-ya.... Kau benar-benar membuat Hyung terkejut...." ujar Taeil sembari mengusap dadanya beberapa kali untuk menetralkan degup jantungnya.
Minghao tertawa geli.
"Terkejut? Sepertinya aku tidak hanya membuat Hyung terkejut. Hyung tadi ketakutan karena tiba-tiba mendengar suaraku kan? Pasti Hyung pikir kalau aku ini hantu kan?"
Taeil hanya bisa menggerutu dalam hati. Tebakan Minghao memang benar. Dia hampir mati berdiri karena ketakutan tadi. Taeil sekali lagi memindai Minghao dari atas kepala sampai ke ujung kaki. Memastikan kalau itu benar-benar Minghao dan kakinya menapak di atas lantai.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
FanfictionAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
