Ruang makan yang sudah penuh jika dua puluh dua penghuni Guest House makan di waktu yang sama bertambah sesak karena adanya tamu tidak diundang yang saat ini menginvasi dapur Guest House. Jeno, Jaemin, Renjun dan Chenle menawarkan diri untuk memasak makan malam sebagai balasan karena mereka sudah datang ke Guest House tanpa pemberitahuan sebelumnya. Karena terlalu banyak orang di ruang makan, Woozi memilih untuk menunggu di studio musiknya bersama dengan Jeonghan.
Untung saja makanan-makanan yang dibawa ke Guest House oleh para anggota saat liburan Chuseok selesai masih ada yang belum dihabiskan. Jadinya anak-anak Dream minus Jisung, yang terus menempeli Jeje, tidak perlu menghancurkan dapur Guest House hanya untuk memasak makan malam untuk mereka semua.
"Hyung..... Hyung yakin mereka bisa memasak?" Vernon mendekati Johnny dan bertanya pada teman sekamarnya itu. Pasalnya, bukannya mulai mengolah makanan, Renjun dan Jaemin malah sedang berdebat soal cara memotong daging supaya saat di bakar nanti bisa menghasilkan rasa yang paling enak.
"Jaemin itu termasuk salah satu juru masak yang handal di dorm. Hanya saja, buat mereka itu, kalau tidak ribut dulu rasanya ada yang tidak lengkap. Kita tunggu saja. Paling tidak, satu jam lagi baru kita bisa menyantap makanan yang mereka siapkan. Tapi kalau kau memang sudah lapar, mau Hyung buatkan mie instan?" jawab Johnny.
Vernon menggelengkan kepalanya.
"Tidak perlu, Hyung.... Biar kita makan bersama-sama saja. Aku hanya penasaran saja sih."
Johnny menyunggingkan senyumnya mendengar ucapan Vernon.
"Buat apa sih sibuk-sibuk memasak makanan? Kenapa tidak menggunakan aplikasi pesan antar saja? Perutku sudah konser tiga album nih...." protes Seungkwan hiperbola. Wajahnya cemberut karena menahan lapar tapi tidak bisa melakukan apapun. Sebelum mereka turun ke ruang makan, S.Coups mengirimkan pesan di grup obrolan khusus Seventeen bahwa akan ada anak-anak Dream yang ikut makan dengan mereka. Seungkwan kira Dream hanya akan ikut makan malam saja makanya dia santai saja. Dia tidak mengira kalau Dream yang akan memasak makan malam.
"Tidak bisa begini..... kita harus melakukan sesuatu..." cetus Dokyeom yang juga sudah sama laparnya dengan Seungkwan.
Kasak-kusuk Dokyeom dan Seungkwan terdengar oleh Doyoung. Dia juga merasa cemas sebenarnya. Sudah lewat lima belas menit sejak mereka semua berkumpul di ruang makan, tapi tahap persiapan bahan-bahan yang akan dimasak belum juga selesai. Sepertinya dia juga harus segera turun tangan. Sebelum adik-adiknya menjadi mangsa harimau kelaparan (baca : Hoshi).
"Biar aku saja yang memasak...." Doyoung bangkit dari kursi lalu berjalan menghampiri anak-anak Dream.
"Aku juga" Mingyu turut mengajukan diri.
"Aku juga kepalamu? Kau lupa apa kata dokter? Jangan berikan tekanan yang terlalu berlebihan pada ototmu yang baru pulih itu!" Jaehyun mengingatkan.
"Aku bisa memasak dengan menggunakan satu tangan" sahut Mingyu.
Jaehyun mendecakkan lidahnya. Dia ikut berdiri dari kursinya.
"Ya sudah, ayo...."
Untung saja mereka bertiga turun tangan. Memasak makan malam selesai dalam waktu tiga puluh menit. Kalau benar-benar membiarkan hanya anak-anak Dream yang memasak, bisa-bisa mereka baru bisa makan menjelang tengah malam nanti.
⛄️⛄️⛄️
Saat seluruh makanan sudah terhidang di atas meja, Dino turun ke basement untuk memanggil Jeonghan serta Woozi.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL GOOD (SEVENTEEN X NCT 127)
FanficAll Good, proyek yang dibesut oleh dua agensi besar Korea Selatan untuk meredakan perseteruan antara dua idol group yang berada di bawah asuhan mereka. 22 pria akan tinggal di bawah satu atap yang sama dalam waktu satu tahun. Apakah proyek ini mampu...
