80

514 88 18
                                        


Happy 900 followers !!!!





Hari kedua, sebuah pasar tradisional dipilih sebagai lokasi berikutnya untuk syuting MV. Di lokasi ini, masing-masing anggota akan mendapatkan screen time bersama dengan Jeje. Yang menguntungkan bagi para anggota, mereka hanya menggunakan outfit yang telah ditentukan, sementara Jeje harus berganti-ganti riasan dan outfit sebagaimana yang ditentukan di dalam story line.


Anggota yang mendapatkan giliran pertama untuk direkam adalah Wonwoo. Bukan sengaja Mingyu dan Seungkwan mengatur hal ini. Di dalam jalan ceritanya, Jeje akan berjalan memunggungi Wonwoo dan Wonwoo hanya akan diam memandang sampai sosok Jeje menghilang di telan kabut.


Yup....


Untuk mendapatkan efek dramatis secara alami, Mingyu mengatur syuting adegan Wonwoo ini pada pagi-pagi buta, jauh sebelum matahari terbit.


"Noona.... Apa Noona kedinginan ?" tanya Wonwoo yang berdiri bersisian dengan Jeje. Wajah keduanya sudah terpulas dengan make up dan outfit yang melekat pas di tubuh mereka.


Jeje menolehkan kepalanya ke arah Wonwoo, sedikit mendongak karena perbedaan tinggi badan mereka yang cukup signifikan.


"Noona baik-baik saja kok....." jawab Jeje dengan senyum tipis di wajahnya.


Meski Jeje menjawab demikian, tapi Wonwoo melepaskan coat hitam panjang yang menjadi outfit-nya di MV ini dan menyampirkannya di bahu Jeje.


"Eh......" Jeje terkesiap sejenak karena tidak mengantisipasi tindakan Wonwoo ini. Spontan, dia memegangi kedua bahunya yang sudah tertutup coat milik Wonwoo lalu mengalihkan pandangannya kepada Wonwoo.


"Ini...?" tanya Jeje bingung. Seingat dia, tadi dia menjawab kalau dia sama sekali tidak merasa kedinginan meski mereka berdua harus berada di luar ruangan pada pukul lima pagi seperti sekarang ini. Pakaian yang dia pakai juga cukup tebal sebenarnya. 


"Kalau kau berikan coat ini untuk Noona, bukannya malah jadi kau yang kedinginan nantinya ?" Jeje berkata sambil memindai tubuh Wonwoo yang hanya mengenakan kemeja putih dari bahan satin dan celana pantalon panjang warna hitam.


Wonwoo mengulum senyum, menunduk sebentar sebelum balas menatap Jeje.


"Kalau untuk Noona, aku bisa menahan semuanya.... Jangankan hanya coat ini.....seandainya Noona meminta seluruh hidupku, aku tidak akan ragu untuk memberikannya....


Tidak.....


Kalimat itu tidak benar-benar disuarakan oleh Wonwoo. Ada banyak orang yang lalu-lalang di sekitar mereka. Jika Wonwoo benar-benar mengatakan pikirannya itu, sudah barang tentu para staf dan kru jadi bertanya-tanya dengan hubungan mereka berdua.


Itu sebabnya, dibandingkan dengan memberitahukan isi hatinya yang sebenarnya kepada Jeje, Wonwoo memilih untuk memberikan jawaban yang lain.


"Aku sudah bisa syuting sepagi ini, Noona.... Noona kan tahu sendiri bagaimana padatnya jadwal kami..."


Jeje merespon jawaban Wonwoo dengan senyum lembut di wajahnya. Senyum yang membuat Wonwoo yang dingin dan tidak tersentuh seperti es, lama-lama mencair dan berbalik memuja si pemilik senyum itu.


Jeje kembali menghadap ke depan dan mengamati persiapan yang sedang dilakukan sebelum syuting adegan mereka dimulai. Lain hal nya dengan Wonwoo, pandangannya justru tetap tertuju kepada Jeje. Kegiatannya itu baru terputus ketika Mingyu datang mendekat dengan wajah lelahnya.


What Kind of FutureCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang