109 (S.Coups Version)

473 45 10
                                        

Hujan deras mengguyur Seoul seolah menyambut kepulangan Jeje dengan cara yang paling dramatis. Dari balik jendela mobil mewah yang menjemputnya di bandara, ia melihat gedung-gedung tinggi, jalanan yang ramai seperti mengucapkan selamat datang.


Rasanya aneh, tapi juga hangat.


Setelah berbulan-bulan merasa seperti orang asing di tanah yang seharusnya menjadi bagian dari dirinya, akhirnya ia kembali ke tempat yang benar-benar ia anggap rumah.


Tempat pertama yang ia tuju bukan apartemen atau hotel, melainkan panti asuhan. Ia ingin melihat Suster Ryu, ingin bertemu anak-anak yang selalu menyambutnya dengan pelukan hangat dan senyum tulus.


Saat ia tiba, anak-anak panti langsung berhamburan keluar, meneriakkan namanya dengan antusias. Beberapa di antara mereka berlari memeluknya, membuat Jeje tertawa kecil meskipun hatinya masih terasa berat. Suster Ryu menyambutnya dengan hangat, menepuk bahunya dengan lembut sebelum menariknya ke dalam pelukan singkat.


"Kau sudah pulang," kata wanita itu, suaranya penuh kehangatan.


Jeje mengangguk, meskipun ada sesuatu yang terasa janggal dalam dadanya.


Selama beberapa jam, ia menghabiskan waktu dengan anak-anak panti. Mereka bercerita tentang kegiatan mereka, menunjukkan hasil gambar atau tugas sekolah mereka, sementara Jeje mendengarkan dengan penuh perhatian. Ia ingin meresapi setiap detik di tempat ini, tempat yang selalu membuatnya merasa dicintai tanpa syarat.


Namun, bahkan kehangatan itu tidak bisa menutupi satu hal yang terus mengganggu pikirannya—S.Coups.


Ia mengira kepulangannya akan membawanya lebih dekat kepada pria itu, tapi kenyataan justru berkata lain.


Setelah berpamitan dengan Suster Ryu dan anak-anak panti, Jeje memutuskan untuk pergi ke agensi. Ia ingin mencari tahu tentang Seungcheol, ingin memastikan bahwa pria itu baik-baik saja setelah semua yang terjadi.


Namun, ketika ia tiba di sana, hanya Do Hyun yang menyambutnya.


Seventeen baru saja memulai Dome Tour mereka di Jepang, dan mereka baru akan kembali satu bulan kemudian.


Jeje mencoba menyembunyikan kekecewaannya.


Tapi ada satu hal yang tidak bisa ia tahan.


Ia memberanikan diri untuk bertanya. "Do Hyun-ah... bagaimana dengan kabar S.Coups?"


Do Hyun terdiam. Ada ekspresi ragu di wajahnya, seolah ia tidak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan itu. Lalu, dengan suara pelan, ia hanya berkata, "Maafkan aku..."


Jeje menarik napas panjang, mencoba menahan gejolak dalam dadanya. Ia mengangguk pelan, memaksakan senyum kecil.


"Tidak apa-apa," katanya, meskipun itu jelas bukan kebenaran.


Setelah itu, ia meninggalkan agensi dengan langkah berat.


Di luar, hujan masih turun dengan derasnya. Jeje berdiri di tepi trotoar, membiarkan udara dingin menusuk kulitnya. Ia menggenggam erat tali tasnya, berusaha menenangkan dirinya sendiri.


S.Coups tidak ada di sini.


Dan tidak ada yang bisa memberitahunya apa yang sebenarnya terjadi.


Jeje menutup matanya, membiarkan rintik hujan menyentuh wajahnya.


Untuk pertama kalinya sejak ia kembali, ia merasa... tersesat.


What Kind of FutureCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang