Tiga tahun setelah proyek All Good selesai....
Apakah kisah S.Coups dan Jeje akan menemukan akhir bahagianya
Atau justru mereka akan berpisah selamanya.....
Inspired by :
Woozi - What Kind Of Future
Highest Rank :
#1 in carat (13032024)
#8 in yoon...
"JAGA TANGAN ANDA TUAN !!!! JIKA WANITAKU TERLUKA, AKU AKAN MEMBUAT PERHITUNGAN DENGANMU !!!!!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ruangan itu seolah membeku saat suara Joshua menggema, penuh amarah yang terpendam. Langkahnya cepat, matanya menyala-nyala saat ia melangkah masuk, menempatkan dirinya di antara Jack Tang dan Jeje yang masih tersungkur di lantai. Tubuhnya menegang, tangannya mengepal, siap melindungi Jeje dari ancaman Jack yang masih menggantung di udara.
"Jaga tangan Anda, Tuan!" ulang Joshua, suaranya kini lebih tajam, penuh peringatan. "Jika wanita ini terluka, saya tidak akan segan membeberkan semua tindakan kotor Jia Li, cucu kesayangan Anda, kepada Jeje—dan kepada dunia jika perlu!"
Jack Tang mendengus, wajahnya memerah penuh penghinaan. "Kau? Anak muda yang tak tahu diri!" cemoohnya, suaranya penuh ejekan.
"Kau pikir ancamanmu itu berarti apa-apa? Jia Li adalah keturunan Tang yang sejati, tidak seperti anak haram ini!" Jarinya kembali menuding Jeje, yang masih berusaha mengumpulkan tenaga untuk berdiri.
Joshua melangkah lebih dekat ke Jack, matanya tak gentar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jia Li yang Anda banggakan itu? Yang sibuk menyebarkan fitnah tentang Jennifer ? Yang mencoba melukai Jennifer berkali-kali demi ambisinya sendiri? Jangan paksa saya membuka mulut, Tuan Jack Tang. Saya tahu lebih banyak dari yang Anda kira."
Ketegangan di ruangan itu mencapai puncak. Para hadirin yang masih ada di ruangan—beberapa anggota keluarga dan staf dekat—terdiam, hanya menyaksikan dengan napas tertahan. Jack Tang membuka mulut, hendak membalas, namun Edward segera melangkah maju, mengangkat tangan untuk menenangkan situasi.
"Cukup!" tegas Edward. "Kita masih dalam masa berkabung atas kepergian Paman Joseph. Ini bukan waktunya untuk pertengkaran seperti ini. Paman Jack, Jennifer, Joshua—saya mohon, hormati momen ini."sambungnya dengan kendali penuh.
Jack Tang mendecak keras, matanya masih melotot penuh kebencian ke arah Jeje. Ia menunjuk Jeje sekali lagi, suaranya dingin dan penuh ancaman.