Jeonghan berdiri di depan pintu ruangan S.Coups yang kosong, matanya menyapu sekeliling, mencari tanda-tanda keberadaan pria itu. Namun, yang dia temukan hanyalah keheningan yang terasa semakin mencekam.
Do Hyun, salah satu sekretaris sekaligus asisten S.Coups, berdiri tak jauh darinya, ekspresinya ragu-ragu seolah menimbang-nimbang apakah harus mengatakan sesuatu atau tidak.
"Ada yang menemui Choi Daepyonim tadi," kata Do Hyun akhirnya, suaranya sedikit tertahan.
Jeonghan segera menoleh, tatapannya tajam. "Siapa?"
"Dia memperkenalkan diri sebagai sepupu Nona Jia Li," Do Hyun menjeda sejenak, mencoba mengingat. "Namanya... kalau tidak salah, Justin."
Jeonghan merasakan dadanya mengencang. Kemunculan orang yang sudah lama mereka cari-cari itu membuat keseluruhan situasi ini semakin mencurigakan. Tanpa berpikir dua kali, dia merogoh ponselnya dan menekan nomor S.Coups. Nada sambung berbunyi, satu kali... dua kali... tiga kali... tetapi tak ada jawaban.
Dia mencobanya lagi. Tetap tidak diangkat.
Sebuah firasat buruk menyusup ke dalam pikirannya, membuatnya tanpa ragu berbalik dan melangkah cepat menuju ruang kerja Woozi. Setiap langkahnya terasa berat oleh ketegangan yang terus meningkat.
Saat Jeonghan tiba, Woozi, Hoshi, Joshua, Dino, dan Suji sedang berkumpul. Mereka menoleh ke arahnya dengan penasaran saat dia masuk dengan terburu-buru.
"S.Coups menghilang," kata Jeonghan langsung, membuat suasana di dalam ruangan menegang dalam sekejap.
Joshua mengerutkan kening. "Apa maksudmu dia menghilang?"
"Dia pergi bersama Justin." jelas Jeonghan, suaranya terdengar mendesak.
Hanya dalam hitungan detik, selain Suji, semua orang bereaksi.
"Apa?! Kau serius?" suara Hoshi meninggi.
"Apa ini Justin yang sama dengan yang kita cari-cari selama ini, Hyung ?" tanya Dino.
Jeonghan menganggukkan kepalanya.
Joshua segera bertanya, "S.Coups pergi ke mana dengan Justin? Apa ini bukan jebakan dari Jia Li?"
Jeonghan menggeleng dengan ekspresi muram. "Aku tidak tahu. Aku mencoba menghubunginya, tapi dia tidak menjawab."
Woozi mengusap wajahnya, frustrasi. "Brengsek. Kenapa dia pergi begitu saja tanpa memberi tahu kita?"
Dino meneguk ludah, tampak cemas. "Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang, Hyung?"
Jeonghan berpikir cepat. Tidak ada waktu untuk panik. Dia mengambil ponselnya lagi, kali ini bukan untuk menelepon, tetapi untuk melacak lokasi S.Coups melalui sistem yang mereka pasang di ponsel masing-masing untuk keadaan darurat.
"Aku bisa mengetahui lokasinya," katanya mantap. "Aku akan mencarinya."
Dia menoleh ke Hoshi. "Kau ikut denganku."
Hoshi mengangguk cepat, tanpa keraguan.
Jeonghan lalu mengalihkan tatapannya ke Joshua, Woozi, dan Dino. "Kalian bertiga temui Jeje Noona di rumahnya. Dan jika Edward Wang ada di sana, beri tahu dia apa yang terjadi dan cari tahu apakah dia punya informasi tentang Justin."
Joshua mengepalkan tangan. "Mengerti."
"Kita bergerak sekarang," perintah Jeonghan.
KAMU SEDANG MEMBACA
What Kind of Future
FanfictionTiga tahun setelah proyek All Good selesai.... Apakah kisah S.Coups dan Jeje akan menemukan akhir bahagianya Atau justru mereka akan berpisah selamanya..... Inspired by : Woozi - What Kind Of Future Highest Rank : #1 in carat (13032024) #8 in yoon...
