38

425 60 9
                                        

Anggota Seventeen yang berada di Korea Selatan bergegas mendatangi agensi setelah mereka mengetahui soal pemecatan Jeje yang diinisiasi oleh S.Coup. Tidak terkecuali dengan Joshua. Sebagai vice vice president grup Seventeen dan juga sebagai adik angkat Jeje, Joshua merasa perlu mendapatkan penjelasan dari S.Coups perihal pemecatan sepihak Jeje setelah kejadian buruk yang dialami oleh perempuan itu.


Beruntung anak-anak Dream tidak keberatan dimintai tolong oleh Joshua untuk kembali menjaga Jeje sampai dia kembali dari agensi. Meskipun dengan syarat, Joshua harus segera berbagi kabar dengan mereka apabila alasan kepergian Joshua yang sangat mendadak itu ada hubungannya dengan Jeje.


Mereka-Joshua, Woozi, Wonwoo, Mingyu, Dokyeom dan Vernon yang baru menginjakkan kaki di Seoul setelah jadwal pribadinya- berkumpul di ruang rapat. Hoshi sudah berangkat tadi pagi karena masih harus melanjutkan tugasnya sebagai performance director TWS. S.Coups dan Jia Li juga sudah berada di dalam ruangan yang sama.


"Hyung..... Kenapa Hyung mengambil keputusan secara sepihak seperti itu ?" Woozi yang lebih dulu menyuarakan ketidaksetujuannya dengan pemecatan Jeje.


Dokyeom mengangguk mendukung pernyataan Woozi.


"Iya, Hyung.... Kenapa harus memecat Jeje Noona ? Jeje Noona kan tidak melakukan kesalahan apapun..." tambah Dokyeom.


S.Coups memberikan pandangan tajam ke arah Dokyeom.


"Tidak melakukan kesalahan, katamu ?" S.Coups mendengus dengan keras lalu menggelengkan kepalanya. "Apa kalian tidak tahu apa yang harus aku hadapi beberapa hari ini ? Perwakilan perusahaan yang dituduh oleh Wonwoo melakukan pelecehan terhadap noona kesayangan kalian itu ingin menggugat agensi karena merasa nama baiknnya sudah dicemarkan, dan kalian masih berpikir mereka berdua sama sekali tidak bersalah ?"


"Karena semua yang aku katakan itu adalah kebenarannya, Hyung !!!! Kenapa sulit sekali bagi Hyung untuk percaya padaku ??!!!" Wonwoo menimpali dengan geram.


"Wonwoo....." Joshua berdiri dari kursinya, berjalan mendekati tempat Wonwoo dan meremas pundak kanan pemuda Jeon itu. "..... tahan emosimu....." sambung Joshua. Setelah berkata seperti itu, Joshua mengalihkan pandangannya ke arah S.Coups.


"Kami hanya menginginkan penjelasan darimu, Coups.... Kenapa sampai harus memecat Jeje noo-"


"Kalau Jeje Noona dipecat, harusnya Hyung juga mengeluarkan aku dari agensi ini...." sambar Wonwoo sebelum Joshua menyelesaikan kalimatnya. Dia berdiri di samping Joshua dan menuding S.Coups dengan jari telunjuknya.


"Jeon Wonwoo, Hyung bilang kendalikan dirimu....." Joshua meremas pundak Wonwoo lebih keras, memaksa laki-laki yang satu tahun lebih muda dari dirinya itu untuk kembali duduk di kursinya.


S.Coups berdecak pelan.


"Penjelasan apalagi yang kalian inginkan ? Ini sudah keputusanku.... Jia Li lebih pantas menduduki posisi itu...."


"Mungkin Coups Oppa tidak ingin berkata kasar tentang Jeje Eonni. Akan tetapi, agensi ini tidak mungkin dipimpin oleh orang yang memiliki masalah kejiwaan kan ?" Jia Li menyela.


Semua anggota Seventeen, kecuali S.Coups, yang berada di ruang rapat tersebut langsung mendelik ke arah Jia Li.


"Tutup mulutmu, Jia- ssi !!!" ganti Joshua yang menuding Jia Li dengan jari telunjuknya.


"Aku berkata benar kan, Joshua-ssi ? Bukannya saat ini Jeje Eonni dirawat di rumah sakit karena masalah psikologis ?"


Joshua menatap Jia Li dengan sangat geram. Kedua tangannya kini terkepal kuat. Dia mengalihkan pandangannya kepada S.Coups, ingin melihat bagaimana reaksi temannya itu setelah mendengar ucapan Jia Li tentang Jeje. Dan Joshua jadi semakin meradang karena S.Coups bahkan hanya berdiam diri di tempatnya tanpa ada niat sedikit pun untuk membela Jeje.


What Kind of FutureCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang