Malam terakhir Jeje berada di Seoul, Jeonghan mengatur sebuah pesta perpisahan yang hangat untuk perempuan kesayangannya itu. Selain karena dia ingin para anggota mendapatkan kesempatan untuk berpamitan dengan baik, dia ingin memberikan satu kenangan manis untuk Jeje, menggantikan semua kenangan buruk yang sudah dialami oleh perempuan itu, termasuk bagaimana Jeonghan secara sengaja membuat Jeje berada di dalam bahaya.
Tempat terbaik menurut Jeonghan untuk mengadakan perpisahan antara Seventeen dan Jeje tentu saja di Guest House. Tempat yang menjadi saksi bisu pertemuan pertama mereka. Setiap sudut ruangan di sana menyimpan begitu banyak kisah dan kenangan. Dan Jeonghan berharap, tempat itu tidak akan menjadi tempat terakhir untuk mereka semua bertemu.
Suasana di Guest House terasa penuh kehangatan. Anggota Seventeen dan para staf sibuk mempersiapkan setiap detail untuk menyambut Jeje. Lampu peri yang digantung Dokyeom dan Seungkwan memancarkan cahaya lembut, menambah kesan hangat di halaman belakang yang dihiasi meja panjang dengan lilin-lilin kecil dan bunga segar. Musik lembut dari speaker mengisi udara, menciptakan suasana santai namun tetap penuh arti.
Satu per satu anggota Seventeen mengenakan setelan yang mereka kenakan saat menampilkan lagu The God of Music versi trot. Jas sequin dengan warna-warni yang cukup mencolok. Dino yang menyarankan mereka untuk mengenakan pakaian ini mengingat Jeje tertawa sampai menangis ketika melihat Dino mengenakan pakaian itu untuk pertama kalinya sambil memainkan karakter Pi Cheolin, karakter buatan yang sudah melekat erat pada diri Dino.
Saat mobil yang membawa Jeje tiba di depan Guest House, semua anggota berdiri di barisan depan, menanti dengan senyum penuh harapan. Edward turun lebih dulu, lalu membukakan pintu untuk Jeje. Ketika Jeje melangkah keluar, tatapan semua orang terpusat padanya. Ia mengenakan gaun sederhana berwarna krem yang elegan, rambutnya digerai dengan rapi.
"Jeje Noona!" teriak Dino penuh semangat, langsung menghampiri dan memberikan pelukan hangat.
Jeje tertawa kecil, meski ia merasa sedikit canggung. "Kalian benar-benar mempersiapkan ini dengan baik, ya."
S.Coups, yang berdiri agak jauh di belakang, hanya bisa menatapnya dengan campuran emosi. Vernon berdiri di sampingnya, meletakkan tangan di bahunya seolah memberi dukungan.
Mereka semua masuk ke dalam Guest House, di mana Jeje disambut dengan dekorasi penuh kenangan. Foto-foto mereka bersama terpajang di sepanjang dinding. Foto-foto yang mendominasi tentu saja foto-foto selama mereka menjalani proyek All Good dulu. Ada juga foto-foto saat pertemuan bulanan mereka dengan berbagai tema dan konsep dimana Jeje juga ikut serta di sana. Beberapa foto terbaru dimasukkan, termasuk foto saat Jeje dan anggota menghadiri pesta pertunangan S.Coups dan Jia Li.
Woozi memimpin acara pertama dengan memainkan piano di ruang tengah, melantunkan lagu sederhana yang ia persembahkan khusus untuk Jeje. "Lagu ini adalah ungkapan terima kasih kami, untuk semua hal yang telah Noona lakukan untuk kami," ucapnya sebelum mulai memainkan melodi yang tentu saja familiar di telinga para anggota. Dia tidak mampu menciptakan lagu baru, maka dia nyanyikan saja satu dari sekian banyak lagu milik Seventeen. Lagu yang dirasa paling menggambarkan suasana hatinya.
Menahan air mata, aku takut (pada hatiku) Aku akan menyembunyikannya dan pergi mencarimu
눈물을 꾹 참으며 두려운 (내 맘을) 감추고서 너를 찾아서 갈 거야
Aku mencoba untuk tidur, tapi aku terbangun memikirkanmu dan pergi keluar. Sambil berjalan, saya melihat lagi dan melihat bahwa saya berlari seperti hati saya
자려다 네 생각에 일어나 밖으로 나가서는 걷다가 또 보니까 내 맘처럼 달리고 있는 나
KAMU SEDANG MEMBACA
What Kind of Future
FanfictionTiga tahun setelah proyek All Good selesai.... Apakah kisah S.Coups dan Jeje akan menemukan akhir bahagianya Atau justru mereka akan berpisah selamanya..... Inspired by : Woozi - What Kind Of Future Highest Rank : #1 in carat (13032024) #8 in yoon...
