Tiga tahun setelah proyek All Good selesai....
Apakah kisah S.Coups dan Jeje akan menemukan akhir bahagianya
Atau justru mereka akan berpisah selamanya.....
Inspired by :
Woozi - What Kind Of Future
Highest Rank :
#1 in carat (13032024)
#8 in yoon...
Sambil menutupi kepalanya dari tetesan air hujan yang semakin deras, Jeje berlari menyusuri pedestrian yang berada di sepanjang jalan menuju ke tempat tinggalnya saat ini. Dia harus segera tiba sebelum sang ibu angkat mencecarnya dengan banyak pertanyaan. Karena baru seminggu tinggal di daerah ini, Jeje masih belum bisa memperkirakan waktu tempuh dengan baik.
Jeje tidak tinggal di apartemennya setelah dia kembali dari Jeju. Pertemuan kedua kali Jeje dengan pria yang pernah melecehkannya itu membuat Joshua dan Jeonghan menduga kalau selama ini kemungkinan besar pria itu menguntit Jeje. Untuk keamanan Jeje sendiri, ada baiknya agar dia tidak kembali ke apartemennya dulu.
Awalnya, Joshua dan Jeonghan mengatur supaya Jeje bisa tinggal di asrama Ilichil untuk sementara. Asrama Ilichil dipilih karena enam pemuda yang masih tinggal di sana bisa dipercaya oleh Joshua dan Jeonghan untuk mengawasi dan melindungi Jeje.
Tapi kemudian, mereka menyadari jika Jeje berada di asrama Ilichil tentu akan menarik perhatian staf SM yang sewaktu-waktu bertandang ke sana. Selain itu, Nyonya Hong juga sedang dalam perjalanan dari Amerika Serikat untuk menemani Jeje sampai perempuan itu benar-benar pulih. Tidak mungkin ibu Joshua dan Jeje itu tinggal bersama enam pemuda berisik yang hobi menyanyi, minum dan bermain game sepanjang waktu luang mereka.
Johnny kemudian datang sebagai penyelamat. Dia menawarkan apartemen yang baru saja dia beli untuk ditempati sementara oleh Jeje dan Nyonya Hong. Kebetulan, ibunya Johnny juga akan datang berkunjung ke Seoul. Jadilah, sejak enam hari yang lalu, Jeje tinggal di apartemen pribadi Johnny bersama dengan ibu angkatnya dan juga Nyonya Suh.
Tidak banyak yang Jeje lakukan selama dia berada di dalam persembunyian. Selain bertemu dengan terapis yang dijadwalkan dia lakukan seminggu sekali itu, Jeje lebih sering berada di apartemen. Berbanding terbalik dengan ibu angkatnya serta Nyonya Suh yang sepertinya sedang sibuk mengerjakan sesuatu.
Beruntung, para anggota bergantian mengunjungi Jeje di apartemen Johnny. Menemani dirinya yang bosan dan kesepian meski hanya sejenak sebelum mereka kembali kepada kesibukan mereka masing-masing.
Hujan turun semakin deras. Jeje mempercepat langkahnya. Pintu gerbang utama kompleks apartemen sudah terlihat. Daripada mencari tempat berteduh dan menunggu sampai hujan reda, Jeje memutuskan untuk tetap menerobos meski tubuhnya mulai basah kuyup.
Seseorang kemudian keluar dari pintu gerbang utama. Dia juga berlari kecil mendekati arah kedatangan Jeje sambil memegang sebuah payung yang cukup besar. Setelah posisi mereka semakin dekat, barulah Jeje menyadari siapa yang sedang menuju ke arahnya sambil memegang payung itu.
"Wonwoo ?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Wonwoo menarik pinggang Jeje mendekat supaya payung yang dia bawa bisa menaungi keduanya.
"Kenapa Noona tidak menghubungiku supaya bisa menjemput Noona ? Kan Noona tahu kalau hari ini jadwalku datang dan mengunjungi Noona...." ujar Wonwoo. Dia membantu menyingkirkan tetesan-tetesan air di rambut Jeje serta coat warna hitam yang dikenakan oleh perempuan itu.