Tiga tahun setelah proyek All Good selesai....
Apakah kisah S.Coups dan Jeje akan menemukan akhir bahagianya
Atau justru mereka akan berpisah selamanya.....
Inspired by :
Woozi - What Kind Of Future
Highest Rank :
#1 in carat (13032024)
#8 in yoon...
Hanya ada keheningan yang menemani di dalam perjalanan membelah jalanan kota Seoul yang cukup lengang karena malam semakin pekat. Jeje dan Jiahha duduk diam di jok belakang sedan mewah yang akan membawa mereka berdua ke suatu tempat.
Meski berusaha mengenali jalanan yang mereka lalui, tapi Jeje gagal untuk memperkirakan ke mana arah tujuan mereka malam ini. Joshua hanya mengatakan bahwa dia akan membawa Jeje ke tempat yang aman. Tapi, sudah sekian puluh menit berkendara, namun belum ada tanda-tanda kalau kendaraan yang mereka berdua tumpangi ini akan segera berhenti.
Jeje membuang napas pelan lalu mengalihkan wajahnya yang sejak tadi dia arahkan menghadap ke jendela mobil. Helaan napas Jeje itu tertangkap oleh pendengaran Joshua. Pria Hong itu pun lantas menolehkan kepalanya dan membuat mereka berdua saling berpandangan.
"Kenapa Noona masih terjaga ? Perjalanan kita masih cukup jauh....." tanya Joshua lembut.
"Perjalanannya masih cukup jauh? Kau tidak berpikiran membawa Noona ke Guest House kita yang dulu kan ?"
Joshua tersenyum tipis. Berkas cahaya temaram dari lampu jalan melewati wajahnya yang tampak lelah.
"Bukan ke Guest House, Noona... Sekarang kita akan keluar dari pusat kota Seoul dan menuju ke arah Incheon....." jawab Joshua.
"Incheon ?" gumam Jeje sambil mengernyitkan dahi. "Apa yang akan kita lakukan di Incheon ? Jangan bilang kau akan membawa Noona keluar dari negara ini....."
Joshua terkekeh pelan.
"Tidak.... Kita tidak sedang mengarah ke Bandara..... Noona istirahat saja.... Akan kubangunkan nanti setelah kita tiba di sana....." ucap Joshua. Dia menepuk bahu kirinya sebagai kode agar Jeje bersandar di sana.
"Kau sendiri bagaimana ? Kenapa tidak tidur juga kalau memang perjalanannya masih jauh ?"
Dengan memberanikan diri, Joshua menjulurkan tangannya, meraih kepala Jeje lalu dituntun dengan lembut ke arah bahu kirinya.
"Tidak usah khawatirkan aku.... Aku akan menjaga Noona...."
🍒🍒🍒
Kendaraan yang ditumpangi oleh Joshua dan Jeje perlahan-lahan menurunkan kecepatannya saat jalanan menanjak yang mereka lalui mulai menemukan akhirnya. Pagar beton setinggi dua kali tinggi orang dewasa terbentang di hadapan mereka. Kendaraan mereka berhenti di depan pintu gerbang, menunggu beberapa saat sampai daun pintu yang terbuat dari kayu solid itu terbuka perlahan dari dalam.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Meski ini yang kedua kalinya di hari ini Joshua melihat bangunan megah di hadapannya, namun dia tidak bisa berhenti merasa takjub. Kecepatan kendaraan mereka semakin menurun dan benar-benar berhenti di depan pintu utama. Enam perempuan dengan berbagai usia berbaris di setiap undakan seperti sedang menantikan kedatangan mereka.