Tepat setelah Jeonghan selesai menyuapi Jeje dan Woozi membantu membereskan wadah makanan yang sudah kosong itu, pintu ruang rawat Jeje dibuka dari luar dan beberapa orang dengan setelan hitam-hitam menyerbu masuk ke dalam. Hoshi sontak berdiri dari kursi karena kedatangan orang-orang yang tidak mereka kenal itu. Sementara Jeonghan, Woozi dan Jeje juga langsung menegakkan tubuh mereka.
"Nuguseyo ?" tanya Jeonghan waspada sambil menatap tajam ke arah orang-orang yang berdiri di belakang pintu yang terbuka.
Dari enam orang yang datang itu, tidak ada satupun yang menjawab pertanyaan Jeonghan dan hal ini memantik emosi Hoshi.
"Hey !!!! Hyungku bertanya kepada kalian !!!! Kalian punya mulut kan ??!! Ayo jawab !!!!!" sengit Hoshi.
Ada sosok lain yang menyusul masuk ke dalam ruang rawat. Dia tidak masuk sendirian. Ada seorang dokter dan dua orang perawat yang mengekor di belakangnya.
"Jeonghan-ah...Hoshi-ya..... Tolong tenang....." ujar Joshua sambil mengangkat kedua tangannya ke depan dada.
"Shua Hyung ?!!!" seru Woozi dan Hoshi bersamaan.
Joshua meletakkan jari telunjuk ke depan bibirnya sebagai kode agar Hoshi dan Woozi mengendalikan volume suara dan juga rasa penasaran mereka. Dia berjalan lurus, mendekati Jeonghan dan Jeje yang menatap bingung ke arahnya.
"Noona......" Joshua memanggil Jeje. Tangannya menangkup jemari Jeje yang terasa dingin.
"Ada apa ini, Shua-ya ? Siapa mereka ?" tanya Jeonghan tidak mengerti.
"Aku harus membawa Noona pergi ke tempat yang lebih aman...."
Jeonghan yang tidak mengerti dengan ucapan Joshua langsung mencekal lengan pria itu.
"Kenapa ? Kenapa Jeje Noona harus dibawa pergi ? Apa yang kau lakukan seharian ini ? Apa yang sedang berusaha kau sembunyikan dariku ?!!!" cecar Jeonghan pada Joshua.
Joshua menurunkan cekalan Jeonghan pada lengannya.
"Tenanglah, Jeonghan-ah.... Aku hanya memikirkan keselamatan Noonaku. Terlalu lama berada di rumah sakit bisa membahayakan nyawanya..."
"Memangnya siapa yang akan membahayakan nyawa Jeje Noona, Hyung ?" tanya Hoshi.
Joshua menghela napas panjang.
"Hyung tidak punya waktu untuk menjelaskan semuanya sekarang..... Hyung janji, setelah Jeje Noona berada di tempat yang aman, Hyung pasti akan menceritakan semuanya......" ucap Joshua.
Joshua mengalihkan pandangannya dari Hoshi kepada Jeje.
"Noona percaya padaku kan ?"
Jeje menatap Joshua, Jeonghan. Woozi dan Hoshi bergantian. Meski dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi Joshua yang saat ini berdiri memegang tangannya dan menatap dengan sorot putus asa membuat Jeje memutuskan untuk menganggukkan kepalanya.
Joshua menghembuskan napas lega. Dia lalu menolehkan kepalanya ke arah dokter dan suster yang masih berdiri diam dan menunggu aba-aba dari dirinya.
"Silahkan dipersiapkan pemindahannya....."ucap Joshua yang langsung ditindaklanjuti oleh para petugas media tersebut.
Sembari menunggu proses pemindahan Jeje, Jeonghan menarik Joshua keluar dari ruang rawat Jeje, membawa pria itu ke ujung lorong lalu menyudutkannya di dinding.
KAMU SEDANG MEMBACA
What Kind of Future
FanfictionTiga tahun setelah proyek All Good selesai.... Apakah kisah S.Coups dan Jeje akan menemukan akhir bahagianya Atau justru mereka akan berpisah selamanya..... Inspired by : Woozi - What Kind Of Future Highest Rank : #1 in carat (13032024) #8 in yoon...
