"Wonwoo-ya..... Apa kau mendengarkan kami ?"
Suara Jeonghan yang memanggil namanya membuat Wonwoo yang sejak tadi larut di dalam pikirannya sendiri akhirnya kembali menjejak kenyataan. Dia menatap ke depan dan mendapati kalau semua mata yang ada di ruangan tersebut-kecuali miliknya tentu-kini sedang terarah kepadanya.
Wonwoo tersenyum gugup karena tertangkap basah melamun di tengah-tengah pertemuan mendadak yang diinisiasi oleh Jeongjan lalu dia berdeham pelan sembari memperbaiki posisi duduknya yang sedikit membungkuk.
Alasan kenapa Wonwoo tidak bisa memfokuskan perhatiannya pada pertemuan tengah malam menjelang dini hari ini tidak lain dan tidak bukan adalah ucapan Jeje pada Taeyong yang dia curi dengar dari dinding pembatas antara balkon dan bagian dalam di lantai dua.
Pikiran bahwa Jeje akhirnya akan pergi meninggalkan mereka setelah comeback mereka selesai terus berputar-putar di kepala Wonwoo. Membuat dia jadi teringat dengan salah satu adegan antara dirinya dan Jeje yang direkam di Gangwondo beberapa hari yang lalu.
Saat itu, meski dia tahu dengan jelas bahwa dia hanya berakting menyaksikan punggung Jeje yang perlahan-lahan berjalan menjauhi dirinya, namun sakit dan sesak yang dia rasakan nyata adanya. Semua emosi yang dia ekspresikan pada hari itu benar-benar keluar dari dalam hatinya.
Ketakutan akan kehilangan
Kesakitan karena ditinggalkan
Kerinduan mendalam yang mustahil untuk terobati
Wonwoo tidak sanggup membayangkan jika akhirnya perempuan itu benar-benar pergi dan tidak pernah kembali lagi.....
"Wonwoo-ya..... Apa kau baik-baik saja ?" Joshua yang duduk di sebelah Wonwoo ganti memanggil Wonwoo. Kali ini, pemuda Hong itu menepuk pelan lengan Wonwoo untuk menarik atensi adik satu grupnya tersebut.
"Aku baik-baik saja kok, Hyung..... Aku hanya sedikit lelah....." elak Wonwoo. Dia kemudian mengarahkan perhatiannya kepada Jeonghan.
"Mian, Hyung.... Tapi bisakah kau ulangi lagi apa yang kau katakan tadi ?"
Karena ini Wonwoo yang meminta, maka Jeonghan pun tidak keberatan untuk mengulangi penjelasannya lagi.
"Seperti yang juga dilaporkan kepadamu dari detektif swasta yang kau sewa itu, penipu yang berpura-pura menjadi pengacara dari perusahaan kosmetik itu sudah diamankan. Tapi sayangnya, dia tidak mau membuka mulut. Bajingan itu tahu benar bahwa detektif swasta itu tidak punya kewenangan untuk memaksa dia berbicara. Kita juga tidak bisa menahan penipu itu lebih lama. Salah-salah, malah kita yang dituntut karena menyekap orang...."
Wonwoo menarik napas panjang. Saat dia dan yang lain bermain mafia di ruang bersama, beberapa kali dia mendapat update laporan dari penyelidik swasta yang dia sewa. Hanya saja, setelah dia mendengar percakapan Taeyong dan Jeje, dia kemudian melupakan update-update dari penyelidik swasta itu.
Sepertinya, karena tidak bisa menjangkau dirinya, penyelidik swasta itu memutuskan untuk menghubungi Jeonghan yang terkadang meminta update atau memberikan informasi yang diperoleh pria Yoon itu dari orang-orangnya.
"Bagaimana dengan ponsel Jia Li ? Apa orangmu berhasil mendapatkan sesuatu dari sana, Hyung?" tanya Wonwoo, teringat dengan rencana mereka meretas ponsel tunangan S.Coups itu.
"Tidak banyak..... Tunangannya S.Coups itu sering menghapus semua riwayat percakapan pada aplikasi yang terunduh di ponselnya" jawab Jeonghan.
KAMU SEDANG MEMBACA
What Kind of Future
Fiksi PenggemarTiga tahun setelah proyek All Good selesai.... Apakah kisah S.Coups dan Jeje akan menemukan akhir bahagianya Atau justru mereka akan berpisah selamanya..... Inspired by : Woozi - What Kind Of Future Highest Rank : #1 in carat (13032024) #8 in yoon...
