******
Farez tersenyum menatap Barra yang duduk terdiam di ujung tempat tidur.
"Mau sampai kapan kamu bacain surat itu terus hmm?" Tanya Farez pelan.
Barra menghela nafas pelan dan ikut tersenyum menatap Farez, "Maaf ya Rez, aku cuma masih kepikiran aja. Ini juga udah beberapa hari, tapi nggak ada perkembangan apapun tentang kondisi Nara. Aku mulai khawatir."
Farez mengelus rambut Barra pelan, "Moga aja Nara baik-baik aja ya, jangan mikir macem-macem. Terus hampir seminggu ini Nara di rumah sakit jadi dijagain Tante kamu?"
Barra mengangguk, "Iya, Tante disuruh nginep di rumah aku sama Ayah. Makanya aku nggak boleh pulang ke sana, Ayah takut aku nggak nyaman."
Farez memilih duduk di sebelah suaminya itu dan memeluk tubuhnya pelan.
"Besok aku mau ke Rumah Sakit nengokin Nara, boleh Rez?" Tanya Barra pelan.
"Boleh, tapi sama aku aja ya. Aku takut kamu bertengkar lagi sama Tante kamu sayang," jawab Farez.
Barrae mendongak, "Emangnya nggak papa?"
"Nggak papa sayang, tapi aku mau ke studio dulu ya paginya," ucap Farez pelan.
"Tumben weekend ke studio, Yang. Biasanya kamu ke sana agak sore."
"Lagi ada proyek baru, kamu ikut aja sekalian. Nanti kita berangkat dari studio. Oke?"
Barra tersenyum dan mengangguk, Farez semakin memeluk tubuh itu erat, "Kamu kenapa wangi banget sih?" Tanyanya sambil berulang kali mengendus rambut Barra gemas.
"Aku ganti shampoo loh, emangnya tadi pas mandi nggak lihat?"
Farez menggeleng pelan, "Aku nggak merhatiin tadi pas mandi."
"Suka wanginya nggak?"
Farez kembali memeluk tubuh suaminya itu dan menciumi puncak kepala Barra, "Suka, manis banget baunya di kamu hmmm."
"Idih, gombal," ucap Barra lalu berdiri dari sana.
"Mau ke mana Sayang?"
"Mau ambil charger, Rez..." Ucapnya sambil berjalan ke arah meja dekat pintu kamar. Barra masih berusaha mencari kabel pengisi daya milik ponselnya itu, sampai ia rasakan pelukan yang mengerat di perutnya. Jangan lupakan Farez yang terus mengendus bagian belakang kepalanya, "Farez..."
"Apa, aku cuma suka sama harumnya," lirih Farez.
Barra akhirnya hanya membiarkan suaminya itu bertindak semaunya dan meneruskan mengisi daya ponselnya.
"Eungghhh, Rezhhh!" Pekiknya menahan desah karena Farez malah menciumi tengkuknya pelan, hembusan nafas suaminya itu membuatnya meremang.
"Apa..."
"Nggak usah macem-macem bisa?"
Farez mendekatkan bibirnya di telinga Barra dan berbisik pelan di sana, "Emangnya ponsel kamu aja yang butuh di-charge hmmm, kamu nggak pengen juga?"
Barra mengernyit lalu menoleh, bersamaan dengan itu Farez menyambar bibir tipisnya dan mulai melumatnya pelan. Larut dalam ciuman, Barra hanya bisa mengangkat sebelah lengannya ke belakang, mengalung di leher Farez. Sedangkan sebelah tangannya lagi meremat pinggiran meja erat.
"Eunghhh..."
Lenguhannya mulai terdengar karena telapak tangan Farez yang meraba tubuh bagian depannya. Apalagi tangan besar suaminya itu mulai meremat dadanya pelan, menggelitik nipple-nya yang mulai menegang di balik kaos.
KAMU SEDANG MEMBACA
OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)
RomanceMenceritakan seorang pria player yang sayangnya berwajah cantik, bernama Barra dan dikenal suka berganti pasangan di setiap minggunya, tak peduli pria atau wanita. Namun suatu hari, dirinya terpaku dengan sosok pria berkacamata yang tengah duduk di...
