ARKA POV
"Masalah diantara kita, jangan kamu sangkut pautkan dengan Kay. Dia individu mandiri, tak ada hubungannya dengan masalah kita sekalipun darah kita mengalir di tubuhnya. Bagiku, kamu hanya masa lalu. Jangan meminta apapun untuk menebus yang terjadi di masa lalu. Jangan mengusik kami lagi, pergilah tanpa menoleh lagi pada kami seperti dulu saat kamu meninggalkan kami, Febrina." Ucapan Papa mengakhiri segala perdebatan kami.
"Tapi mas Farhan, ini untuk kebaikan dan kebahagiaan semua." Astaga, apa yang dipikirkan sepasang wanita di hadapanku ini sih?
Dan lihatlah, air mata buaya yang dikeluarkan Adinda itu? Terlihat sangat menjijikkan di mataku!
"Kebaikan siapa yang kamu maksud?" Papa menantang mantan istri yang ada di hadapannya itu.
Tanganku semakin kuat merengkuh tubuh Mikha yang mulai bergetar hebat. Gadis ini sudah terlalu dalam memendam kesakitannya.
"Kebaikan Arka, Adinda dan tentu saja Kay, anak kita." Sungguh aku geram mendengar ucapan mantan mertuaku itu.
"Omong kosong apa yang--"
Ucapanku terhenti saat bahuku di cekal dari belakang dan Papa mengangkat tangannya menyuruhku menutup mulutku. Dan tentu saja aku menurutinya. Sekuat tenaga aku menahan amarahku yang siap ku muntahkan kapanpun.
"Kebaikan Arka, Kay atau...dia?" Baru sekali ini aku mendengar ucapan sinis dari Papa.
Papa yang biasa bersikap tegas, wibawa namun juga lucu dalam satu paket lengkap, sekarang mendadak menjadi sosok sinis dan kejam yang ku rasa mirip seseorang.
Dan aku refleks menatap Ayah. Astaga, mereka benar-benar mirip ternyata.
"Apa wanita itu anakmu juga? Tapi melihat umurnya, aku yakin tak ada darah yang sama dengan Kay di tubuhnya. Tapi tentu saja, dia juga anakmu. Sama seperti Kay dan juga Mia." Ucapan Papa terdengar sangat tajam. Tubuhnya mendekat ke arah mantan istrinya.
"Jadi, demi kebaikan dia, kamu mengorbankan Kay dan juga Arka, begitu maksudnya? Bahkan jika Arka bukan menantuku, aku tetap akan membelanya. Membela Kay dan Arka maksudku. Apalagi mereka kini telah menikah, jadi aku tahu dimana kakiku harus berdiri. Mereka anak-anakku, sekarang dan seterusnya." Papa menekankan setiap kalimatnya.
"Dan asal kamu tahu, Febrina, hari dimana kamu pergi meninggalkan Kay, saat itu juga kamu memutuskan hubungan dengannya. Jadi jangan sekali-kali kamu mengungkit bahwa dia anakmu. Dia hanya numpang lahir dan tumbuh dari rahimmu. Karena itu, hentikan omong kosongmu tentang meminta Kay untuk membalas budi padamu karena telah melahirkannya. Aku bahkan tau tanpa melihat masalah diantara kalian, kamu hanya ingin mencari jalan keluar yang terbaik untuk anakmu itu, bukan untuk Kay ataupun Arka." Papa menunjuk Adinda dengan dagunya, tampak jelas ia sangat geram saat mengatakannya.
Bukan hanya Papa, tapi aku melihat Ayah dan juga Kendrick, yang sedang menahan tubuhku, juga tampak menahan amarah.
Ku lihat dari suara dan sorot matanya, Papa sebenarnya tidak lagi memikirkan mantan istrinya itu, mungkin lebih tepatnya tidak mau mengungkit masa lalunya, tapi saat Mikha diusik, dia benar-benar dengan berani mengungkap masa lalu yang sudah dikuburnya.
Kasihan Papa, pasti sangat sulit juga untuknya. Entah takdir apa yang sedang menyapa kami semua, tapi aku merasa takdir telah lama mengikatku dengan Mikha melalui Adinda tanpa ku sadari.
Ayah menepuk bahu Papa, sekedar menyadarkan Papa jika ada anak gadisnya yang tidak dalam keadaan baik-baik saja sejak mendengar segala macam ocehan dari para wanita yang entahlah apakah layak mereka disebut ibu.
"Nyonya Febrina, maafkan kami. Tapi lebih baik menyelesaikan masalah kita secara kekeluargaan. Cara seperti yang anda lakukan ini sangat tidak terpuji menurut kami. Jadi, kita langsung bertemu saja di pengadilan. Karena semua sudah jelas. Dan tolong, jangan melibatkan sesuatu yang tak seharusnya terlibat." Ayah mengambil alih keadaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
BERITAHU MEREKA!!!
Storie d'amoreSepertinya semesta masih ingin bermain-main denganku. Setelah mengoyak hatiku, kini membuat perjalanan hidupku terseok-seok tak tentu arah. Saat aku mulai merasa lelah dengan semua ini, bayangan wajahnya terus menghantui. Bahkan ternyata dirinya p...
