Sumpah demi apapun, sekujur tubuhku meremang saat telingaku menangkap ucapan Winda itu. Sontak ku hempaskan tubuh Aldrich yang tengah memelukku.
Gila! Aku bisa mati berdiri jika dihadapkan pada situasi seperti ini terus. Aldrich dengan segala sikap keras kepalanya dan Bang Arka dengan segala arogansinya. Oh Tuhan, bagaimana mungkin aku berbagi udara dengan mereka secara bersamaan.
"Jangan macam-macam Win! Itu beneran Bang Arka?" Tanyaku dengan suara tersedak.
Aldrich terkekeh dibelakangku. Aku menatapnya tajam. Bagaimana bisa dia sangat santai dalam situasi genting seperti ini?
"Kamu tuh dikibulin Winda, sayang. Jangan percaya sama dia." Aldrich mengusap puncak kepalaku dengan gemas.
Aku berjalan cepat ke arah Winda dan meminta penjelasan. Gadis itu hanya cengengesan. Ku rebut ponselnya untuk memastikan.
Hah, sial! Dia memang juara membuat kegaduhan. Untung jantungku cukup kuat menerima shock therapy semacam itu.
"Winda, iihh!" Dengan gemas dan tenaga ekstra, aku mencubit pipi chubby sahabatku itu.
Dia tidak tahu apa, kelakuannya membuatku panas dingin.
"Habisnya kalian mesra-mesraan terus. Tar ku aduin ke Bang Arka baru tahu rasa kamu, Kay."
"Oh gitu, jadi sekarang kamu kubunya Bang Arka, Win?"
"Aku sih kubu si tampan, Kay. Kan dari awal aku udah bilang, aku ini fansnya Pak Fabian yang kece badai itu."
Aku menggelengkan kepala mendengar pengakuan Winda. Otakku kembali menampilkan percakapanku dengan Winda saat pertama kali kami diajar oleh Bang Arka.
Saat itu aku yang terkejut hanya bisa menunduk, sedangkan Winda, jangan ditanya, dia terus berkomentar sepanjang kelas berlangsung. Dia berjanji akan rajin masuk kelas Bang Arka. Apalagi tujuannya jika bukan menikmati wajah Bang Arka yang bisa dibilang diatas rata-rata. Aku pun mengakuinya.
"Aku gak tampan nih Win? Padahal aku idola sejurusan lho." Giliran artis jurusan nih yang unjuk gigi.
Aku mengusap wajahku kasar, enggan menanggapi ocehan Aldrich. Karena aku tahu pasti akan berbuntut panjang jika diladeni.
"Yeee.. Kak Al tuh ibarat barang obral. Ketampanannya sudah terlalu biasa, terlalu sering dinikmati seluruh jurusan, terlalu mudah digapai siapa aja. Kalau Bang Arka itu beda. Tampannya itu, dingin-dingin menghanyutkan. Bisa dipandang tapi tak bisa di raih. Paling cuma Kay doang yang bisa bikin Bang Arka mencair. Selebihnya semacam angin lalu." Oceh Winda menanggapi Aldrich.
"Enak aja! Aku tuh masih segelan tau. Gak pernah kegatelan di depan cewek."
"Buktinya, cewek-cewek angkatan Kak Al suka nempelin Kak Al dimana-mana." Aku ikut mengingat ucapan Winda. Benar saja, para gadis angkatan Aldrich selalu mendominasi lelaki ini jika sedang bersama.
"Itu bukti kalau aku tuh sosok hangat yang selalu dicari karena bisa memberi kenyamanan." Aldrich membela diri.
"Itu sih memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan Kak." Winda tetap membalas.
"Mereka yang ngedeketin aku. Aku sih pilih deket sama Kay. Ya kan Kay?" Aldrich mengalihkan perhatian padaku.
Aku mengangkat bahu dengan tak acuh. Aku tahu Aldrich bukan orang yang suka mencari muka. Namun memang begitulah keadaannya. Sifat Aldrich yang ramah hanya pada orang yang sudah ia kenal memang membuat segelintir teman wanitanya menjadi berlebihan sikapnya. Mungkin mereka merasa Aldrich sudah bisa ditaklukkan olehnya.
Tak mau ambil pusing, ku langkahkan kakiku mendekati pintu. Rumah ini tidak terlalu besar, tapi cukup nyaman. Rumah yang disiapkan Papa untuk Kak Farel saat pertama kali kuliah di kota ini. Papa tidak ingin Kak Farel menyewa rumah kontrakan. Itu alasan Papa. Yang ku tahu adalah Papa menyuruh Kak Farel tinggal disini agar bisa selalu diawasi. Bagaimana tidak, dirumah ini ada sepasang suami istri yang memang ditugaskan Papa untuk mengurus segala keperluan Kak Farel sekaligus mengawasinya. Pak Supri dan Bu Siti nama pasangan itu. Aku terkekeh saat menyadari taktik Papa.
KAMU SEDANG MEMBACA
BERITAHU MEREKA!!!
RomanceSepertinya semesta masih ingin bermain-main denganku. Setelah mengoyak hatiku, kini membuat perjalanan hidupku terseok-seok tak tentu arah. Saat aku mulai merasa lelah dengan semua ini, bayangan wajahnya terus menghantui. Bahkan ternyata dirinya p...
