Chapter 74 short ver

3.2K 284 20
                                        

**
Jiyong terkejut mendengar apa yang baru saja Dara tanyakan.

"Apa?" Jiyong bertanya lagi, seakan bahwa tadi ia hanya salah dengar.

"Apa kau tidur dengannya dulu?" tanya Dara dengan nada menuduh.

Rahang Jiyong mengeras, tanpa menjawab langsung ia matikan sambungan telfonnya dengan Dara. Ia kesal, kesal sekali. Setelah diacuhkan seharian karena kekasihnya bertemu dengan selingkuhannya dulu, sekarang ia dituduh yang macam-macam seperti ini?

Dara sangat menyebalkan jika sudah merajuk seperti ini dan Jiyong sangat dongkol dibuatnya.

Jiyong melemparkan ponselnya sembarangan di atas ranjang yang sedang ia tiduri. Ia pikirkan lagi pertanyaan Dara barusan kepadanya.

Tidur dengan Kiko? Selain mencium, Jiyong sama sekali tidak pernah menyentuh perempuan itu. Kiko pernah memancingnya pada suatu malam, tapi Jiyong tidak terpancing. Ia tidak bisa melakukannya, sekalipun ia mabuk berat. Ia tidak bisa melakukan hal intim seperti itu jika bukan dengan perempuan yang ia cintai, jika bukan dengan Dara.

Dan ditanyakan atau lebih tepatnya dituduh seperti itu oleh Dara membuat Jiyong kesal bukan main. Kenapa Dara selalu ragu kepadanya? Selalu bertanya hal yang tidak-tidak? Ia sudah mengatakan berkali-kali bahwa ia sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan Kiko dan dirinya hanya mencintai Dara, kenapa dia tidak pernah percaya?

Jiyong mendengus kesal, ia juga menyalahkan Kiko kini. Mengapa perempuan itu datang ke pameran Al Yio? Mengapa Kiko bertemu dengan Dara dan bahkan berbicara yang tidak-tidak dengan kekasihnya?

Shit. Jiyong mengepalkan tangan. Selalu seperti ini, setiap mereka sedang terpisah oleh jarak, mereka akan selalu bertengkar karena hal-hal yang tiba-tiba muncul. Dulu karena Nana, lalu karena Daum, dan sekarang kembali karena Kiko.

Pintu kamar Jiyong terbuka dan lewat ekor matanya ia melihat Soonho masuk dan berjalan ke tepi ranjang.

"Apa kau jadi datang nanti malam?"

"Ke mana?"

"Cakeshop."

"Oh, ne." Jiyong bangkit dan duduk menyender di ranjangnya.

Soonho mengeluarkan ponselnya, lalu mengetik pesan untuk Xin.

"Mukamu kusut sekali, ada apa?" tanya Soonho dengan mata masih memandang ke arah ponsel.

"Dara bertemu dengan Kiko kemarin di Jepang."

Kepala Soonho terangkat, ia langsung memandang ke arah Jiyong lekat. "Apa?" tanyanya tidak percaya.

"Mereka bertemu di pameran Al Yio."

"Kiko juga diundang ke sana?"

"Kata Bajowoo iya. Ternyata Kiko adalah model favoritenya Al Yio."

"Lalu bagaimana?" tanya Soonho sambil meletakkan ponselnya lagi ke dalam saku celananya. "Apa mereka bertemu?"

"Ne, mereka bertemu dan Kiko berbicara yang tidak-tidak pada Dara."

"Apa yang dia katakan?"

"Dia mencintaiku."

Kedua bola mata Soonho semakin terkejut, ia lalu menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang Kiko lakukan. "Perempuan gila." desisnya. "Dara marah kepadamu?"

"Dia mengacuhkanku dari kemarin, dan baru saja dia mengamuk."

"Kalian bertengkar lagi?"

Jiyong hanya menganggukkan kepalanya, tidak mau menjelaskan lebih jauh.

"Apa kau tidak mau menghubunginya?"

"Aku baru saja mematikan telfonnya. Aku kesal sekali dengannya." desis Jiyong.

I Want You backTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang