**
Dara membaca chat Jiyong itu dengan kening berkerut. Ada apa dengan pria ini? Ia memutuskan untuk langsung menghubungi kekasihnya dari pada harus membalasnya lewat chat.
"Hmm.." Jiyong mengangkatnya langsung.
"Apa maksud chatmu?"
"Aku mengatakan dengan sangat jelas, apa kau tidak mengerti?"
"Apa salah aku foto dengan Jaejoong dan Kiyong?"
"Kau tidak memberitahuku kau menonton bersama mereka. Kau hanya bilang kau hanya akan nonton bersama Rachel."
"Aku memang hanya menonton bersama Rachel. Kita menonton di seat yang berbeda lalu bertemu saat konser selesai karena memang sudah janjian Ji."
"Janjian? Jadi kau tahu mereka akan datang?" Tanya Jiyong penuh curiga.
"Ne. Aku tahu."
"Dan kau tidak memberitahuku?"
"Apakah itu penting? Apa salah aku hanya bertemu teman-temanku?"
"He's Jaejoong, Dara!" desis Jiyong. Suaranya mulai terdengar sangat kesal.
"Terus kenapa dengan Jaejoong, Ji? Aku tidak melihat ada masalah di dirinya!"
Jiyong mendesis, "Tunggu sampai aku pergi ke suatu tempat dan ternyata ada Nana disana." balasnya.
"Jangan pernah kau berada di tempat yang sama dengan gadis itu!"
"She's my friend too. Like your Jaejoong."
"Friend my ass Jiyong! She's a snake! Backstabber! Bitch!" Dara mulai memaki. Ia juga kesal sekarang karena Jiyong membawa nama gadis memuakkan itu. "Jangan samakan Jaejoong dengan Nana. Jaejoong tidak ada perasaan untukku dan tidak ada niat sama sekali menghancurkan hubungan kita, tidak seperti gadis itu yang selalu melakukan segala cara!"
"Benarkah? Jaejoong tidak ada perasaan untukmu?" Jiyong berdecak. "Aku pria, Dara. Aku bisa melihat dengan jelas siapa saja di Dcrew yang mempunyai perasaan lebih kepadamu dan tidak. Mereka terbaca sangat jelas."
"Astaga Ji. Aku sangat senang kau tahu ketika kau mulai mendekatkan diri kepada Dcrew dan rasa cemburumu bahkan sudah tidak separah dulu dengan mereka, tapi apa ini? Jaejoong hanya teman! Dia sama seperti anggota Dcrew yang lain!"
"He's different Dara!" Balas Jiyong. Suaranya meninggi. Ia benar-benar mempunyai feeling yang tidak enak kepada Jaejoong dan it killing him slowly karena Dara selalu membelanya.
"Aku tidak habis pikir bagaimana bisa kau membuat crew dengan semua pria yang pernah mempunyai perasaan untukmu, bahkan ada mantan pacarmu, dan pria yang kini menyukaimu!" Jiyong berdecak, "Apa kau senang? Dikelilingi oleh pria-pria seperti ini?"
Dara terdiam. Kalimat Jiyong barusan menusuk tepat di jantungnya dan itu menyakitinya. Ia menelan ludahnya lalu berkata dengan lirih, "Kau melihatku seperti itu Ji?"
Dara menarik nafas dalam, kemudian kembali berbicara, tapi kali ini dengan nada sinis. "Jangan sok tahu tentang crewku. Kau tidak tahu apapun tentang kami. Pikirkan saja +82mu itu."
Jiyong pun memutuskan sambungan telfon mereka.
-
Jiyong melempar ponselnya dengan kesal. Ia kesal. Kesal sekali. Nama Jaejoong akhir-akhir ini selalu berada di pikirannya dan ia yakin benar bahwa Jaejoong, memiliki perasaan untuk Dara. Ia sangat bisa merasakannya. Ia sudah beberapa kali bertemu Jaejoong dan sorot mata pria itu berbeda setiap dia memandang Dara.
Walau Jiyong selalu cemburu dengan semua teman pria Dara, tapi tidak pernah ada yang bisa membuatnya takut dan cemas seperti ini. Jaejoong.. mempunyai semua kelebihan yang bisa memungkinkan Dara menyukainya, dan Jaejoong.. mempunyai keberanian untuk mengambil sebuah resiko. Sesuatu yang tidak pernah Jiyong miliki.
