Andreas bersama dengan seorang rekan serta dua polisi yang menyamar menggunakan pakaian biasa telah berhasil melumpuhkan empat pria berbadan besar didalam apartemen Talitha, Mereka merupakan anak buah Talitha yang diperintahkan untuk menjaga Karin agar tak sadar dan keluar sebelum waktunya tepat. Diantara empat pria itu, masih ada satu yang berhasil meloloskan diri setelah terjadi adu argumen dan provokasi sebagai tindakan agar mereka mau mengijinkan Andreas beserta partnernya masuk dan memeriksa.
Awalnya, Andreas datang hanya untuk mencari Talitha supaya bisa meminta konfirmasi mengenai keterlibatannya atas kecelakaan yang menimpa Tuannya. Namun, orang yang dicari sedang tak berada di tempat dan justru bertemu dengan lima pria yang menurutnya mencurigakan. Gelagat mereka yang tak ramah menimbulkan dugaan kalau mereka menyembunyikan sesuatu di dalam, hingga akhirnya terdengar teriakan minta tolong dari salah satu ruang apartemen. Suaranya dikenali oleh Andreas sebagai Karin, dan dari sanalah keributan berawal.
Karin keluar dengan wajah ketakutan, karena tak mengerti awal mula dirinya yang sudah terkunci di dalam dan mengetahui adanya keributan diluar kamar. Ia menemukan ada empat pria yang sedang duduk dengan masing-masing tangan terborgol.
"Ndre, sebenarnya ada apa ini? Kenapa banyak pria yang enggak aku kenal?" tanyanya.
"Mereka adalah anak buah Tante Nona, yang bertugas untuk mengawasi dan mengunci Nona di dalam kamar. Apa Nona enggak ingat kejadian terakhir kali sehingga bisa terkunci di dalam?" tanya Andreas.
"Seingatku . . . mereka belum ada ketika aku sampai disini. Hanya ada aku dan Tante, lalu. . . kami makan malam bersama kemudian," Karin berhenti bicara, ". . .aku enggak ingat apa yang terjadi setelahnya, lalu ketika bangun aku sudah dikamar dan enggak bisa keluar."
"Dugaan saya, mungkin Nona udah dibius oleh sesuatu hingga enggak sadarkan diri." jawab Andreas.
Karin tertegun mendengar perkataan Andreas dan menyadari tidak menemukan sosok Tantenya, "Terus, Tante Karin kemana? Kenapa dia enggak ada disini dan menyuruh mereka mengawasiku?"
"Saya juga masih belum mengetahui keberadaannya, tapi mungkin mereka . . ." Andreas menunjuk pada keempat pria yang sudah duduk terdiam, "tahu dimana dia berada. Saya juga harus segera menemukannya untuk meminta keterangan atas keterlibatannya dalam kegiatan kriminal yang serius."
"Kegiatan kriminal? Maksudnya?" tanya Karin tidak mengerti.
"Luna dan Reynata memiliki rekaman yang berisi suara Tante Nona dengan seseorang, yang mengarah pada keterlibatannya pada kasus kecelakaan Tuan Agung. Karena itulah, saya datang untuk meminta keterangannya tapi saya enggak menemukan dia dan malah mendengar suara Nona dari dalam ruangan ini."
Raut wajah Karin terlihat serius kemudian menggelengkan kepalanya, "Enggak mungkin, Tanteku terlibat kejahatan kejam seperti itu. Rekaman itu pasti keliru." sangkalnya karena tak percaya.
"Belum bisa kami pastikan sebelum mendengarkan keterangan langsung dari Tante Nona, kesaksian Nona Luna dan Reynata dan rekaman cctv dari restoran, tempat mereka bertemu."
"Aku mau ketemu sama Luna dan Reynata untuk meminta penjelasan dari mereka. Mereka masih di rumah sakit, kan? Aku juga mau mendengarkan rekaman itu sendiri." pinta Karin.
"Saya punya salinan rekamannya, kalau Nona mau mendengarnya. Miki juga nampaknya sudah tahu tentang ini. Tapi, disamping itu . . . ada hal lain yang membuat saya khawatir Nona."
Karin menatap dengan sorot pertanyaan, "apa itu?"
"Hingga sekarang, tiba-tiba Nona Luna dan Reynata enggak bisa dihubungi."
Karin terlihat terkejut, "Lho, bukannya mereka ada di rumah sakit? Jadi, apa maksudmu tiba-tiba mereka enggak bisa dihubungi?"
"Pagi tadi, mereka memaksa untuk mengakhiri perawatan dan minta ijin pulang ke rumah. Tapi, ketika saya menghubungi ke nomor Hp dan rumah, tak ada satupun dari mereka yang mengangkat. Sekarang, salah satu teman saya sedang bergerak ke rumah kalian untuk mencari tahu kondisi mereka." Karin semakin sulit memercayai dengan keadaan yang baginya tiba-tiba terasa genting, "sebelum pergi, Nona Luna memberikan saya rekaman yang dia punya . . . kemudian, Nona Miki memberikan penjelasan tentang rekaman itu dan atas kekhawatirannya dengan Nona Karin, saya pun berinisiatif bergerak kesini. Tentunya juga, setelah mendengar rekaman itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Sisters 2
BeletriePertemuan yang terjadi karena permintaan Paman Agung, membuat Karin, Luna, Reynata dan Miki harus menerima kenyataan kalau mereka adalah saudara dari satu Ayah yang sama. Hari demi hari mereka lalui dengan tenang dalam rumah yang diwariskan ole...
