Gara-gara sariawan

592 166 82
                                        

Hyungnim lagi tidak selera makan nih. Padahal hari ini ibunya masak enak. Tumis ayam kecap.

Hem, mencium wanginya saja sudah menggugah selera

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hem, mencium wanginya saja sudah menggugah selera. Tapi sayang, Sunghyun tidak bisa makan. Bukan tidak mau ya, tapi tidak bisa.

Karena apa, karena si gembul itu lagi,

"Taliyawan..."

sariawan katanya.

Aduh, kasihan hyungnim. Gara-gara sariawan dia jadi tidak bisa makan enak. Melihat kedua saudaranya makan dengan lahap, jadi kepengin...

"Glek" Suara Sunghyun meneguk ludah. Dia sudah ngiler sih. Mau banget makan ayam tumis kecapnya. Apalagi ketika melihat Minghyun yang sedang melomoti jarinya yang blepotan bumbu. Hemmmm Umami~~~

Tapi bagaimana, lah wong mau membuka mulut saja susah. Mau bicara juga susah. Sunghyun sudah cadel. Gara-gara sariawan makin cadel deh dia.

"Aigoo, jagoannya umma. Lapar ya nak. Sini-sini umma kasih obat dulu ya. Biar nanti pas makan enggak perih"

"Andeeeee, uh~~" Mendengar kata obat, Sunghyun langsung kaget. Dan tak sadar berteriak. Aduh, pas buka mulut tadi sakit rasanya. Padahalkan obat sariawannya tidak pahit. Tidak perlu juga harus diminum. Cuma ditetesi saja di area yang sariawan.

Tapi ya tetap saja. Namanya juga Sunghyun. Biar ibunya bilang tidak perih, ya anak itu ngeyel. Perih katanya. Tuh, sekarang lagi tutup mulut anaknya.

'Kruyuuuuk'

"Lapar kan nak. Mau makan kan" Kata ibunya ketika mendengar suara perut Sunghyun yang berbunyi.

"Yasudah makanya sini umma obatin. Enggak perih kok. Beneran deh" Ibunya mencoba meyakinkan.

"Hemmm enaknya~~~" Itu suara Sandeul yang masih tambah ayamnya lagi. Kalau sudah melihat ayam, kalian kan tahu sendiri. Matanya langsung hijau seperti melihat duit.

"Hyungnim kalau enggak cepat-cepat umma kasih obatnya. Nanti ayamnya diabisin nuna loh. Hyung enggak kebagian"

Aduh!!! Sunghyun langsung shock itu. Kalau ayamnya dihabiskan nunanya. Terus dia makan apa? Mana Minghyun dan Nunanya sudah tambah dua kali. Uh, Sunghyun lapar nih...

"Yasudah kalau lapar. Sini umma obatin dulu biar nanti pas makan enggak perih."

Akhirnya daripada kehabisan ayam tumis kecap nan lezat buatan ibunya. Sunghyun mau deh dikasih obat. Takut-takut si gembul itu berjalan menghampiri ibunya.

"Benelan ndak pelih kan"

"Iya nak. Sini boboan disini" Ujar ibunya menepuk pahanya. Biar gampang mengoleskan obatnya nanti.

"Ookeh..." Cicitnya lalu dengan hati-hati tidur dipangkuan ibunya.

Setelah diobati ternyata memang tidak perih. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya Sunghyun bisa sedikit-sedikit membuka mulutnya. Aih, kalau sudah begini dia siap buat makan nih.

Makanya dia pun langsung berlari menuju ruang makan. Tapi disana tidak ada nuna dan adiknya. Loh sudah selesai ya makannya. Dan disana hanya ada pamannya. Yang entah tahu-tahu sudah duduk diruang makan.

"Oh, Hyungnim hallo" Kata pamannya dengan mulut penuh makanan. "Uwah, ayam tumis kecap ini enak sekali." Ujar pamannya lagi lalu memberikan dua jempolnya. 

Melihat pamannya sedang makan maka lantas Sunghyun pun cepat-cepat duduk disana. Dan ketika melihat piringnya sudah kosong. Dari situ Sunghyun tahu kalau ayam tumis kecapnya sudah habis dimakan pamannya.

"HUWEEE AYAM NA CUYUN!!!"
Nah loh nangis deh Sunghyunnya. Pasti sebentar lagi pamannya kena marah lagi deh.

Ya ampun, kasihan deh si gembul. Jangan menangis yah, nanti sama umma dibuatkan lagi kok. Cup, cup, cup...

.
.
.
fin
.
.
.
sign
hyejinpark©
20181203.17:21
.
.
.
a/n: Mian belum sempat balas review. Akunya lagi sok sibuk. Kebanyakan lembur sampe ini mata kayak panda. Semoga terhibur. Vote and commentnya juseyo. ♥xoxo.
.
See ya^^




Life (season 2)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang