"Ayok appa. Ayok~" Si bungsu sedang tidak mau main sendiri nih. Ayahnya yang sedang sibuk di ruang kerja lalu ditariknya untuk keluar.
Sandeul sama si gembul lagi tidak ada di rumah sih. Lagi pada sama ibunya ikut kegiatan senam aerobik di sanggar senam. Tadinya sih yang biasanya ikut Sandeul seorang.
Tapi karena Sunghyun lagi diet, ya tak apa lah. Sesekali diajak. Biar habis pipi dan bokong anak itu dicubiti teman-teman ibunya. Muehehehe.
Kalau si bungsu Minghyun memang dia yang tidak mau ikut. Habisnya dia trauma sih dengan teman-teman ibunya di sanggar. Soalnya dulu dia juga pernah diajak. Nah, sekarang giliran si gembul nih yang belum. Dan tinggal merasakan bagaimana menyeramkannya bibi-bibi disana.
Ssst! Tapi kalian diam-diam ya. Minghyun sengaja tidak kasih tahu hyungnya soal itu. Biar satu sama. Dicubit satu, dicubit semua. Adil. Hehe.
"Appa~~"
Eh, kembali lagi pada si bungsu yang merengek manja. Aduh, ayahnya yang sedang bekerja kan jadi keteteran dan tidak fokus.
"Iya nak. Iya"
Tak apa lah, ayahnya mengalah. Dan meninggalkan pekerjaanya sejenak demi menemani si bungsu bermain.
Kini Minghyun dan ayahnya sudah duduk di karpet bulu. Disana sudah berserakan mainan si bungsu. Ada lego, miniatur kereta api, mobil-mobilan, pesawat terbang, sampai balok-balok bongkar pasang juga ada.
"Mau main apa nak?" Tanya ayahnya dengan sabar.
"Mau gambal" Jawab Minghyun yang lantas mengeluarkan peralatan gambarnya dari tas.
"Lah? Tadi ngajak appa main. Kok sekarang Minghyunie malah asik gambar..." Yah, ayahnya merasa diabaikan sama si bungsu.
"Ih, appa temenin Minyun loh. Temenin gambal. Bial gak boten appa yang maen." Si bungsu pun menyodorkan sebuah miniatur bus pada ayahnya.
"Aigoo nak! Masa appa disuruh main mobil-mobilan sih." Tak habis pikir ayahnya tuh. Tapi tetap dimainkan juga sama ayahnya.
Sebenarnya sih ayahnya itu mengerti apa keinginan Minghyun. Si bungsu itu hanya mau ditemani dan diperhatikan selama dirinya sedang menggambar. Salahkan ayahnya yang tadi sempat cuek dan mementingkan pekerjaan. Jadi mungkin si bungsu merasa kesepian.
"Appa bagut gak?" Tanya si bungsu yang memamerkan gambarannya yang tampak seperti benang kusut. Katanya sih itu gambar si gugukie yang sedang bermain bola.
"Uwah, bagusnya gambarnya Minghyunie." Tapi yang namanya seorang ayah, gambar bak benang kusut pun terlihat seperti lukisan karya pelukis ternama.
"Hehe, makatih appa. Minyun mau mewalnai ah tekalang." Dipuji begitu sama ayahnya saja sudah membuat si bungsu merasa senang.
Memang paling mudah membuat Minghyun tersenyum. Cukup temani dirinya disaat bermain atau menggambar. Lalu puji dirinya atas hasil karyanya. Dan boom! Senyuman manis pun akan mengembang di bibirnya yang mungil.
Jadi ayo kita lebih sering menemani anak-anak bermain atau belajar. Dijamin hal sekecil ini akan membuat mereka bahagia. Karena mereka akan merasa disayang dan diperhatikan.
.
.
.
fin
.
.
.
A/n: Btw next update adalah episode terakhir loh. Iya, kan batasnya cuma 200chapter. Hihihi.
Kalian mau request tema apa? Ada ide? Tapi please jangan minta jalan2 yaw. Karean itu udah sering dan pernah di season satu.
Yang punya ide boleh tulis di kolom komentar. Kalau idenya menarik, mudah-mudah bakal aku realisasikan. Dan semoga kalian terhibur.
-Xoxo-
.
sign
hyejinpark©
20190301.17:19
.
.
.
See ya^^
…
KAMU SEDANG MEMBACA
Life (season 2)
FanfictionKisah lanjutan dari kehidupan Kyumin yang semakin matang menjadi orang tua dari ketiga bocah yang sudah tumbuh besar. Si cantik Sandeul yang makin centil sama Baro oppa dan si kembar yang makin aktif. Tingkahnya makin membuat orang tua mereka jadi t...
