[Mari kita kembali ke saat Mark main ke rumah Jeno sepulang sekolah]
.
.
.
"Mark main~"
Tok tok tok
Tak lama, pintu rumah Jeno pun terbuka.
"Jeno~! Aku bawa kiwi~!" Mark dengan cengiran khasnya mengangkat kresek yang ia bawa.
"Uu~ Noie mau~"
"Ayo masuk Jen~"
Tangan Mark yang tak membawa kresek langsung menggandeng Jeno masuk ke rumah. Tak ada sungkan bagi Mark karena Doyoung sendiri menganggapnya sebagai kakaknya Jeno. Jadi rasanya seperti, rumah kedua.
"Tante mana?"
"Unda? Unda bobo xixi~" Tangan gempal Jeno menunjuk bundanya yang tanpa sengaja tertidur di sofa.
"Oo~ Ah! Kita taruh sendiri aja ke tempatku~"
"Huh?"
"Kan Jeno ngasih aku tempat makan kan? Yang iron man itu~"
Sontak mata Jeno membulat, bibir mungilnya pun terkatup rapat. Sepertinya ia lupa sesuatu.
"Ayo ayo~"
Mark lalu berlari menuju dapur. Sesampainya di sana, ia langsung membuka pintu rak Jeno. Matanya bagaikan rubah yang dengan teliti mencari lunch box iron mannya.
"Mana tempatku?" Tak menemukan apa yang ia cari Mark pun menoleh ke arah Jeno.
"E-eum~" Mark menatapnya penuh selidik hingga kalimat yang ditatanya hancur begitu saja.
"Mana?"
"H-huwal! Noie kacih Huwal~"
"Kok gitu! Jeno kemarin-kemarin janji mau ngasih itu ke aku!"
"N-noie lupa humm~"
"Huh!" Mark yang marah memalingkan mukanya. Padahal sudah lama ia menginginkan lunch box itu. Tapi kenapa malah di kasih ke Hwall.
"Huwal terus!" Bagaimana Mark tak kesal? Hwall baru saja datang tiba-tiba sudah bisa merebut lunch boxnya. Bagaimana nanti?
Melihat Mark yang marah, Jeno yang merasa bersalah pun menangis. "N-noie maap hiks!"
"Ndak mau! Jeno jahat sama aku!" Setelah itu Mark langsung berlari keluar rumah, beserta kiwi yang sangat ingin Jeno makan.
"Unda huwee~"
Sang bunda? Ia langsung terbangun begitu mendengar putranya menangis. Kenapa ini ya Tuhan~
.
.
"Terus gimana akhirnya?" Tanya Jaehyun penasaran.
"Ya aku langsung beli lagi sama Jeno. Cari yang Jeno beli dulu. Mana tau aku kalo Jeno pernah janjiin Mark tempat itu."
"Jeno Jeno~ Terus Mark nya?"
"Udah baikan lagi. Aku bilang ke Mark kalo tempatnya dibeli pake uangnya Jeno. Nggak apa-apa ya boong dikit. Kalo nggak gimana nanti mereka? Musuhan terus masak?"
"Ya nggak juga sih, kan mereka nggak bisa dipisahin."
.
.
Jadi, setelah Mark pulang ke rumahnya. Jeno yang merasa bersalah menangis sesenggukan di gendongan bundanya. Dirinya seperti membohongi Mark.
"N-noie lupa unda huwee~ Makli malah Noie hiks!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Jeno Safari
FanfictionBagaimana ketika si Noie kecil masuk taman kanak-kanak? [untuk yang baru baca, bisa ke baby Jeno daily dulu ya, biar nggak begitu bingung~]
