"Mak~ Li~"

7K 896 43
                                        

"Makli?"

"Makli~ Haum~"

"Makli napa diam telus~"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Makli napa diam telus~"

"Mak~ Li~"

Jeno yang sejak tadi berguling-guling di lantai berhenti. Kepalanya kini berhenti tepat di bawah Mark. Bayi Jung itu sengaja menutupi puzzle miliknya agar Mark menghiraukan kehadirannya.

Dari bawah sini, Jeno menyadari sorot mata Mark tak berbinar seperti biasanya.

"Makli malah?"

"Ndak." Mark yang duduknya membungkuk langsung menegakkan tubuhnya. Ia pun mengindari mata Jeno.

"Unda bilang malah malah nti jelek~"

"Aku tampan!" Sontak saja Mark menatap Jeno sengit.

"Xixi~ Makli mpan~" Si Jeno tersenyum hingga matanya tinggal segaris. "Pi mpan Noie xixixi~"

"Jeno tampan? Jeno jelek~" Ejek Mark.

"NOIE MPAN! MAKLI JELEK!"

"Aku paling tampan~"

"Noie! NOIE!"

"Ahahaha~ Aku ada cookies, mau?"

Yah~ Cookies tadi malam Mark simpan kembali ke kulkas. Siapa tau saja ia ingin cookies itu. Tapi ternyata cookies itu kembali di tawarkan ke tetangganya.

"Mau!"

Jeno pun langsung berdiri dari tidurnya. Semoga saja cookies coklat dengan choco chips warna warni karena ia sangat menyukainya.

Akan tetapi, Gerakannya yang begitu tiba-tiba, membuatnya tanpa sengaja Jeno membentur dagu Mark.

Duak

"Aw!" Si kecil Jeno itu meringis merasakan dahinya berdenyut.

"Jeno sakit!" Mark mengusak dagunya. Ia hanya bersyukur lidahnya tidak tergigit.

"Xixixi~ Ndak boleh malah Makli~" Jeno tertawa sambil terus mengusak dahinya yang masih sakit.

.
.
.
TBC~

[Makli nggak marah lagi tuh~]

[Minhyun tak kuat memperpanjang part ini]

[Cukup sekian ya:')]

Jeno SafariCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang