"Napa cini? Noie nantuk~"

6.8K 924 215
                                        

"Jen yok pulang, bunda udah nunggu di rumah tuh."

Jeno yang dijemput langsung merapatkan dirinya kearah Mark. "Ndak mau~ Noie cini~"

"Jeno belom mandi loh, malu sama kak Mark~"

"Didi cini, cama Makli~" Tangan gempal itu menunjuk Mark gencar.

Jaehyun sontak melotot. "Heh! Nggak boleh! Sampe kapanpun nggak boleh!"

Baru saja Jeno menjawab, tiba-tiba datang sosok yang lain.

"Kenapa nggak boleh?" Ten yang baru datang mengernyit tak suka.

"Ya nggak boleh!"

"Boleh lah! Jenonya yang mau kok!" Suara Ten meninggi.

"Nggak boleh!"

Sementara itu, Doyoung yang lama menunggu kedatangan Jeno akhirnya menyusul Jaehyun ke rumah Mark.

"Jae, lama banget sih."

Hening

Tak ada yang menjawab Doyoung. Jaehyun dan Ten masih asyik saling adu pandang, juga Jeno dan Mark telah kembali bermain

"Jae, kenapa sih? Ten juga, itu mata melotot-melotot kenapa?"

"Bawa pulang Jeno," ujar Jaehyun dengan nadanya yang kesal.

Jeno yang mendengar itu langsung protes, "unda~ Noie didi cini~"

"Jangan dibolehin bun!"

"Ayah! Ndak mau yah! Noie cini!"

"Bunda ada kue di rumah." Ucapan Doyoung berhasil menarik perhatian Jeno. Buktinya bocah itu kini mendekat kearah sang bunda.

"Kue?"

"Iya, mau? Kalo mau pulang, mandi di rumah."

Begitu Jeno mengangguk tanpa menunggu lama Jaehyun langsung menggendong bayinya dan pergi dari sana. "Ayo ayah mandiin!"

"Ten makasih udah jagain Jeno, Mark juga." Ucap Doyoung sebelum mengikuti suaminya pulang.

"Nggak papa~ Mark jadi belajar menangani keponakannya kak Sehun. Ahaha~"

"TEN!"

.

Dan seperti yang dikatakan Jaehyun, setelah sampai di rumah, pria tampan itu langsung membawa Jeno ke kamar mandi lengkap dengan bunga yang dibelinya.

"Ayah napa cama bunga bunga yah?" Tanya Jeno heran begitu melihat sebuah ember berisi air dan bunga.

"Biar wangi dong~" Jawab Jaehyun sekenanya.

Tapi karena Jeno polos, ia hanya mengangguk pelan.

Tidak tau saja jika dibelakang tubuhnya sang ayah sedang membaca mantra.

"Keluarlah pelet Mark dari tubuh pentolku! Tutup matanya sayang!" Jeno dengan patuh memejamkan matanya, " Pithecanthropus erectus meganthropus paleojavanicus!"

Byur

Jaehyun mengguyur Jeno dengan air bunganya.

"Xixixi~ Cama bunga xixi~"

Setelah itu, dengan telaten Jaehyun menggosokkan bunga-bunga ke tubuh putranya.

Begitu dirasa sudah cukup, Jaehyun pun membilas tubuh Jeno.

"Ehm, Jeno, pilih ayah apa kak Mark?" Jaehyun sengaja tak memberi pilihan bunda. Karena mau bagaimana pun Mark, Jeno tetap akan memilih bundanya.

"Makli xixi~ Makli mpan~ Ayah jelek xixi~"

Jeno SafariCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang