"Casseu malah um Cihun~"

5.8K 768 58
                                        

Kediaman keluarga Jung kini terlihat begitu ramai. 1 tambahan mobil warna hitam terparkir di halaman rumah mereka. Yap! Itu adalah mobil Sehun.

Suami Kim Kai rela mengantar Lucas ke pesta untuk mengambil kepala lego kesayangannya. Mengandalkan Jaehyun hanya membuang-buang waktu.

"Mana legoku?"

"Aku simpan di kamarku. Bentar aku ambilin kak." Sebelum Sehun murka, Doyoung segera mengambil lego kakak iparnya itu. Sudah terlalu lama bagi kepala lego itu menginap di rumahnya.

.

Di ruang tamu, Jeno, Lucas dan Mark sedang anteng menyaksikan album si Jung kecil.

"Noie mpan~" Ucap Jeno bangga saat melihat foto bayinya.

"Tampan aku lah!" Lucas tak terima.

"Mpan Noie! Casseu jelek!"

"Ni perut tante? Besar ya." Ucap Mark di tengah-tengah pertengkaran Jeno dan Mark.

"Iyalah! Orang yang di dalem gendut kayak gini~ Ahaha~"

"NOIE NDAK NDUT!" Kedua alis Jeno menukik.

"Pasti Jeno lucu didalem sana."

Mendengar itu Jeno sontak menoleh. "Noie lucu xixi~"

"Tapi kenapa Jeno bisa masuk perut tante ya?" Lucas menatap kedua bocah di depannya.

"Tanya unda ayo!" Jeno pun membawa Lucas dan Mark menemui bundanya.

.

"Undaa~ Noie kicik cini unda?" Jeno menepuk perut bundanya.

"Iya, dulu Jeno di perutnya bunda. Nih liat." Doyoung menyingkap sedikit bajunya untuk memperlihatkan bekas jahitan melintang di perutnya.

"Jeno lewat sini keluarnya."

"Napa Noie di pelut unda?" Kedua alis Jeno bertaut, ia kebingungan tentang dirinya yang sebesar ini dulu berada di perut bundanya yang kecil.

"Kalian mau tau?" Doyoung menatap 2 anak di belakang Jeno.

"Hu'um!" Mark dan Lucas mengangguk cepat.

"Sebelum kalian ada, bunda sama ayah menikah, sama seperti orangtuanya kak Lucas sama kak Mark.

Setelah nikah, malaikat diminta Tuhan untuk mengirimkan segumpal darah pada ayah dan bunda.

Lalu malaikat turun dari surga. Malaikat itu menaruhnya pada perut bunda. Lama kelamaan darah itu tumbuh dan berubah menjadi bayi. Pas udah 9 bulan di perut bayi kecil bakal merasa kesempitan, jadi, bayi kecil akan minta keluar dari perut. Dan akhirnya, lahirlah bayi-bayi lucu seperti kalian~"

"Uwaa~ Noie dali dalah unda?" Jeno benar-benar takjub mendengar dirinya berasal dari darah.

"Iyups~"

Sementara itu di dapur, Sehun yang duduk di samping Jaehyun menoleh.

"Aku pikir Doyoung bakal cerita yang enggak-enggak."

"Hei~ Nyonya Jung nggak bakal biarin Jeno mendengar yang tidak-tidak~"

"Kai aja kelabakan jawabnya. Kau tau Lucas anaknya kritis."

"Keliatan dari wajahnya. Semangat ya kak~"

.

Kembali lagi di depan tv,

"Kenapa nggak di perut daddy? Kenapa harus mommy?" Pertanyaan polos Lucas membuat Sehun yang sedang minum tersedak.

"Karena Tuhan sudah memilih. Hanya mommy yang bisa."

"Daddy nggak bisa? Kata mommy kalo nggak bisa harus coba terus."

"Anakmu kak bwahahaha~!" Jaehyun tertawa keras melihat pernyataan Lucas.

"Diem kau Jung!"

"Sayang dengerin tante, emang kalo kita nggak bisa itu harus berusaha, tapi nyatanya nggak semuanya begitu. Ada beberapa hal yang emang Tuhan putuskan begitu, A ya A. Kak Lucas nggak bisa ngelawan."

"Ahahaha~" Doyoung lantas mengusak rambut Lucas. "Kak Mark ada pertanyaan?"

"Tante napa nggak ada foto tante gendong Jeno pas bayi? Di rumah aku ada foto mami gendong bayiku sama dek Sungchan."

Semua orang dewasa disana terdiam. Mereka sama sekali tak menyangka pertanyaan itu keluar dari mulut Mark.

"Tante?"

"A-ah, tante-" Doyoung melirik bayinya sebentar, Jeno ternyata juga menunggu jawaban darinya. Bagaimana ini?

"Tante istirahat dulu, makanya nggak foto kayak maminya kak Mark." Jaehyun lalu mengambil album Jeno dan menutupnya.

"Kalian nggak laper? Ayah mau pergi beli makan sama om."

Mendapati sang ayah akan pergi Jeno langsung memeluk kaki ayahnya. "Ikut yah!"

"Kak Mark? Kak Lucas?"

Dua anak itu mengangguk cepat.

"Ayo ke mobil om." Sehun lalu menggiring ketiga bocah itu keluar rumah.

"Sayang~" Jaehyun berlutut di depan istrinya.

"Benar, aku ngelewatin 3 bulan pertama Jeno." Doyoung berucap lirih.

"Hei~"

"A-aku nggak sempet foto sama Jeno pas baru lahir."

"Tapi sekarang kau tak akan melewatkan satupun tentang Jeno. Kalau bunda pengen liat Jeno pas bayi aku ada fotonya. Bunda pengen denger suara tangisnya aku ada. Nggak usah sedih."

"Hiks!" Doyoung meremat erat telapak Jaehyun.

"Seperti yang kau bilang tadi, Tuhan memutuskan seperti ini agar kita bisa tau artinya berjuang, bertahan, kesetiaan."

"Jaehyun hiks!"

"Doie~" Jaehyun pun membawa Doyoung ke pelukannya. "Yang dulu bukan kesalahanmu. Jadi misal Jeno bertanya, jangan merasa bersalah."

Doyoung mengangguk pelan.

.

"Ayah mana um~"

"Bentar om panggil dulu." Sehun pun turun mobil dan memanggil ayahnya Jeno.

"Pokoknya aku ayam besar!" Celetuk Lucas saat daddynya telah pergi.

"Aku mau perkedel!" Timpal Mark. "Jeno?"

"Noie mau daging~ Xixi~"

"Giginya kuat?" Tanya Lucas dengan nada mengejek.

"Kuat! Noie becal! Noie bica mamam daging!"

"Nggak bisa~ Nggak bisa~"

"BICA! MAKLI CASSEU!"

Plak

"Aw!" Lucas memegang pipinya yang panas. Ternyata tamparan Mark benar-benar menyakitkan. "Shit!"

Cklek

"Lucas mulutnya! Daddy bilangin ke mommy ya!" Sehun menatap Lucas tajam.

"Dad no~ Sorry."

"Xixi~ Casseu malah um Cihun~"

"Jeno loh dad~"

"Udah biarin." Setelah memasang sabuk pengaman, Sehun menyalakan mobilnya. "Om nggak ikut, kita pergi berempat dulu."

"Huh? Napa um?"

Bundamu nangis Jen. "Om pengen pergi berempat."

"Yuk dad! Beli ayam ya!"

"Okey~"

.
.
.
TBC~

Jeno SafariCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang