"Xixi~ Noie kuat!"
Hwall yang sedari tadi menyimak cerita Jeno, tentang anak itu yang sakit hingga masuk PICU mengubah cara pandangnya. Baginya Jeno keren karena bisa masuk ruangan yang bahkan Hwall sendiri tak paham.
"Gue mau kesana!"
"Hu'um! Nti Noie ajak sana~ Telus bunyi nit nit nit~" Ujar Jeno sambil menaruh telapak tangan di kedua telinga.
"Kelen! Pokonya aku mau sana!"
Si kecil Jung mengangguk cepat. Meskipun Jeno tak begitu mengerti seperti apa rasanya disana, karena yang ia ketahui adalah ketika bangun ia sudah di ruangan itu lengkap dengan kabel-kabel yang menancap di dadanya.
"Telus Noie temu gajah~"
Hwall sontak menganga mendengar cerita Jeno.
"Gajah besal~!"
Sebenarnya itu hanya bagian mimpi dari Jeno. Ia bertemu dengan gajah yang selanjutnya entah bagaimana duyung datang mengajaknya berenang di tengah laut.
Hwall yang tak mau kalah pun berfikir keras. Ia harus menemukan cerita yang bisa mengalahkan hebatnya cerita Jeno.
"Noie-"
"Gue ketemu Doraemin!"
Jeno mengerjap beberapa kali. Bukankah Doraemin itu kartun di tv? Ia sering melihat itu dengan ayah bundanya saat hari Minggu. Bagaimana bisa Hwall bertemu dengan Doraemin?
"Hibat~! Bisa kelual banyak banyak barang!"
"Huh? Banyak banyak?"
"Iya! Lu mau es klim di kasih!" Jawab Hwall sambil memeragakan sesuatu keluar dari perutnya.
"Kelen! Kelen!" Jeno heboh bertepuk tangan mendengar cerita Hwall. "Noie mau temu!"
"Main ke lumah gue! Nti ketemu Doraemin!"
"Hu'um!"
.
Bel masuk pun berbunyi, Jeno beserta murid yang lain bergegas masuk kelas. Taeyeon selaku wali kelas Jeno meminta anak didiknya untuk melanjutkan gambar yang belum selesai. Jeno yang tinggal mewarnai rumah langsung mengambil crayon warna hijau untuk rumah itu.
Warna hijau adalah pilihan yang pasti akan ayahnya protes. Bukan karena apa. Tapi rumput dan manusia yang Jeno warnai semua berwarna hijau. Bahkan Jeno menggunakan 1 crayon hijau sedang dirinya memiliki banyak pilihan warna hijau.
"Xixi~ Hijau hijau~"
"Noie suka walna hijau~" Jeno semakin menekan crayonnya. Pikirnya agar si warna semakin jelas. Akan tetapi yang terjadi crayonnya patah menjadi 2.
Tak
Srak
Langit biru yang telah jadi tanpa sengaja tergores warna hijau.
Jeno terdiam.
Gambarnya hancur. Padahal nanti ia akan memamerkan karyanya pada sang bunda.
"Hiks!"
Momo yang kebetulan lewat sontak berlutut di samping Jeno. "Loh kenapa?"
"Lusak~! Gambal Noie~"
Guru pendamping kelas B menatap gambar anak didiknya. Memang terdapat garis melintang di birunya langit dekat dengan hijaunya rumput.
"Gampang~" Momo singkirkan patahan crayon hijau Jeno. "Liat ibu ya~"
Sambil terisak Jeno lirik gurunya yang kini mengambil warna hijau lain. Tangan lentik itu kemudian dengan tegas menarik beberapa garis dari rumput ke langit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jeno Safari
Fiksi PenggemarBagaimana ketika si Noie kecil masuk taman kanak-kanak? [untuk yang baru baca, bisa ke baby Jeno daily dulu ya, biar nggak begitu bingung~]
