"Kami pulang~"
Jaehyun dan Jeno dengan riang memasuki rumah.
"Udah sehat yang?"
"A-ah iya, lumayan." Doyoung memalingkan wajahnya ketika Jaehyun mengecek panas di dahinya.
"Sudah makan? Minum obat?"
"Udah. Jeno ayo ganti baju."
"Hu'um!"
Jeno pun menggandeng tangan bundanya.
"Unda tadi Noie mam semangka~"
"Enak?"
"Iya!"
Di lain sisi Jaehyun merasa seperti di acuhkan. Tak ada cium pipi atau istrinya menanyakan bagaimana tadi di kantor. Bahkan menatap matanya Doyoung terlihat enggan.
Aku ngelakuin salah apa?
.
Begitu masuk ke dalam kamar Jeno, Doyoung langsung mengunci pintu sang putra. Dirinya tak mau bertemu dengan suaminya sementara ini. Setidaknya sampai hatinya benar-benar mantap.
"Jeno bunda boleh tanya?"
Sang bunda bersimpuh di depan putranya.
"Hum?"
"Jeno mau adik?"
"Didi bayi?"
Doyoung mengangguk pelan. Ia gigit bibir bawahnya untuk menutupi rasa khawatirnya. Putranya yang tak menyukai seorang bayi apakah mau menerima bayi di perutnya?
"Pi Noie punya didi Uchan unda~" Mata bening Jeno menatap bundanya begitu dalam.
"Dek Uchan kan punya kak Mark~"
"Nya Noie!"
"Heum? Jeno nggak mau punya sendiri?"
Tok tok
Cklek cklek
"Bunda kenapa di kunci pintunya?"
Tok tok tok
Ya Tuhan, kemana lagi Doyoung harus sembunyi dari suaminya!
"Bentar bentar Jeno ganti baju."
"Ya kenapa sampai di kunci?"
"A-aku hanya membiasakan Jeno."
Tidak! Jawaban istrinya pasti hanya alasan, Jaehyun yakin itu.
"Buka pintunya Doyoung!"
"Unda~ Napa ayah malah malah?" Jeno ketakutan. Ia takut jika ayahnya berubah menjadi om Taeyong tempo dulu.
"Nggak marah~ Bentar ya~"
Mau tak mau Doyoung pun membuka pintu kamar Jeno.
Jaehyun lantas mengintip keadaan Jeno dari balik tubuh istrinya, "mana? Katanya ganti baju?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Jeno Safari
FanficBagaimana ketika si Noie kecil masuk taman kanak-kanak? [untuk yang baru baca, bisa ke baby Jeno daily dulu ya, biar nggak begitu bingung~]
