"Undaa~"
Doyoung yang sedang mencuci sayur menoleh ke arah si kecil. "Sudah bangun ya~?"
Sang bunda langsung meletakkan sayurnya, lalu ia menemui Jeno yang masih berdiri di samping kursi ruang makan.
Jeno yang mengetahui bundanya mendekat langsung merentangkan tangannya. Dirinya terlalu mengantuk untuk kembali berjalan.
"Ayo cuci muka~" Doyoung pun menggendong putranya dan membawanya ke kamar mandi.
"Undaa~"
"Iyaa~ Ini bundaa~"
.
Selesai mencuci muka, kesadaran Jeno pun telah terkumpul. Bocah 5 tahun itu duduk di counter dapur sambil menonton bundanya yang tengah memasak.
"Unda itu apa?" Tanya Jeno saat melihat bundanya mengeluarkan labu siam dari kantong belanja.
"Labu siam~ Nih~" Doyoung memberikan salah satu labunya pada Jeno.
Si kecil mengulik-ulik labu siam di tangannya, ia tak pernah melihat labu ini sebelumnya.
"Heum~" Jeno jadi penasaran seperti apa rasanya. Apa seperti apel yang manis atau jeruk yang masam.
Krauk
"Wlek!" Jeno melemparkan labu siam yang digigitnya. Rasa getah yang ada pada labu siam sangat tak enak. "Undaaa~!"
Melihat bayinya kepayahan dengan rasa getah labu siam Doyoung bergegas memberikan Jeno segelas air putih. "Minum ini Jen."
"Pelan pelan~" Ujar Doyoung lagi saat Jeno minum dengan tergesa-gesa.
Tak
Segelas air putih telah tandas Jeno minum.
"Bunda ndak enak~" Keluh Jeno dengan kedua alis yang bertaut.
"Labunya belum di masak itu sayang~ Masih ada getahnya~ Makanya nggak enak pas dimakan."
"Noie ndak suka~"
"Mungkin sekarang nggak suka karena belum masak, coba nanti kalo udah jadi sayur, paling Jeno suka."
"Heummm~"
Doyoung pun kembali meneruskan apa yang dikerjakan, meninggalkan Jeno yang masih kesal dengan rasa getah labu siam.
5 menit kemudian, Jeno kehausan dan bundanya mulai sibuk memasak. Jeno yang tak mau mengganggu bundanya, dan ia rasa dirinya bisa hanya sekedar mengambil air pun turun dari kursi. Tak lupa ia membawa gelas yang ada di counter tadi.
"Mau apa Jen?" Tanya Doyoung saat Jeno membuka lemari es.
"Mimi unda~"
"Ooo~ Okey~"
Jeno menaruh gelasnya di lantai. Lalu ia menatap jajaran air dingin yang ada di pintu lemari es, terlihat sangat dingin dan segar. Namun saat ia hendak mengambil salah satu botol air tanpa sengaja matanya melihat kotak jus anggur di rak paling bawah lemari es.
Meminum jus anggur pasti sangat segar sekali, terlebih lidahnya masih belum baik-baik saja akibat kejadian tadi. "Xixi~"
Tangan gempal itu mengambil kotak jus anggur, kemudian Jeno duduk di lantai, ia membuka kotak jus dan menuangnya di gelas.
Byur
Sebagian besar dari jus anggur tumpah ke lantai karena Jeno tak memegang kotak jus kuat-kuat.
"Undaaa~" Jeno menatap nanar bundanya.
"Hey hey nggak apa apa~" Doyoung mematikan kompornya, ia lalu bersimpuh di hadapan putranya. "Sekarang ambil kain di samping rak piring."
"Hu'um!" Jeno bergegas mengambil kain di tempat yang bundanya tunjukkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jeno Safari
FanfictionBagaimana ketika si Noie kecil masuk taman kanak-kanak? [untuk yang baru baca, bisa ke baby Jeno daily dulu ya, biar nggak begitu bingung~]
