"Makli~ Noie tadi menang lumba~"
Mark yang berada di balik pagar mengernyit. "Lomba?"
"Hu'um! Cubit-cubit~"
Mendengar itu Mark sontak mengernyit, permainan macam apa ini?
"Noie menang pi Nana ndak kacih cium Noie." Bayi Jung itu lantas memberengut. Kalau ingat Jaemin tidak memberi hadiah kepadanya, hatinya mendadak kesal.
"Cium?!" Mata Mark langsung membulat hebat. Apa ia tak salah dengar? Cium katanya?
"Hu'um~ Nana cium Noie~"
"Heh! Nggak boleh!"
"Huh? Makli napa malah malah? Noie menang Makli, dapet hadiah~"
"Mami bilang nggak boleh! Cium cium teman itu nggak boleh! Nana apalagi!"
"Teman ndak boleh cium cium?"
"Iya!"
"Ooo~ Cium Makli boleh? Unda bilang Makli kakak Noie xixixi~"
"Kakak?!" Kedua alis Mark bergetar.
"Hu'um! Ka Makkeu xixi~"
"Nggak ya! Aku nggak kakakmu!"
"Napa? Noie lucu~" Si kecil Jung itu mengayun-ayunkan kedua tangannya. Ia mencoba membujuk Mark agar mau mengakuinya sebagai adik.
"Pokoknya nggak!"
Mark yang kesal memalingkan wajahnya dari Jeno. Ia pikir Jeno kesini hendak bermain dengannya. Tapi nyatanya tidak sama sekali. Tetangganya itu malah menceritakan permainan tak masuk akal dan cium katanya?
Sementara itu, Jeno yang tak diperhatikan pun mendengar deru mobil yang sangat familiar. "Ayah!"
Kaki-kaki mungil itu langsung berlari menuju sang ayah yang sedang membuka gerbang rumahnya.
"Ayah~ Noie ndong!"
"Dari mana?" Tanya Jaehyun sambil menggendong bayinya.
"Makli~ Pi Makli malah Noie~"
"Kenapa lagi?"
"Makli ndak mau cium Noie~"
"Heh! Siapa yang ngajarin cium-cium?" Jaehyun mendadak pusing. Putranya ini sangat-sangat tak bisa ditebak.
"Ayah! Ayah napa malah Noie!"
"Kenapa Jeno yang marah? Ayah yang harusnya gitu ke Jeno."
"Unda ayah Makli cemua malah Noie! Noie ndak cuka! Noie cuka Nana! Humphh!"
"Nana? Anaknya Cahyo itu?"
Jeno terdiam sejenak, ia baru ingat jika tadi Jaemin juga memarahinya. Atau lebih tepatnya menyuruhnya untuk meminta maaf.
"Ayah~ Pi Nana malah Noie."
"Ayah nggak tau kenapa, tapi sekarang masuk rumah dulu."
"Noie mau cama main ayah~ Makli yah~"
Jaehyun hanya pasrah mengikuti kemauan Jeno. Padahal berencana mengintrogasi putranya itu. Tapi apa daya tubuhnya sangat lelah bekerja seharian. Pun pasti Doyoung sudah menceramahi putranya tentang larangan cium ciuman. "Ya sudah sana, awas jangan aneh-aneh!"
"Hu'um!"
Bayi berbalutkan baju larva kuning itu lantas berlari menuju rumah Mark. Untung saja Mark masih setia menunggunya di belakang gerbang. Jadi ia tak perlu berteriak seperti tadi.
"Xixi~"
Sambil tersenyum licik Jeno menyolek lengan Mark. "Ka Makkeu~"
"Nggak mau! Panggil aku Makli!"
"Ka Makkeu xixixi~"
"Jeno!" Mark yang kesal pun berteriak.
"Heh! Napa bentak anakku!"
Suara berat itu!
Putra sulung Lee itu langsung menoleh ke rumah Jeno.
Ternyata selama ini Jaehyun belum masuk ke dalam rumah. Ayahnya Jeno itu sedang memastikan putranya masuk ke dalam rumah Mark dengan selamat.
"Maaf om. Jeno yuk masuk." Dengan lemas Mark membuka gerbangnya.
"Xixi~ Ka Makkeu mau cium?"
"Nggak!"
"Xixixi~"
.
.
.
TBC~
KAMU SEDANG MEMBACA
Jeno Safari
FanfictionBagaimana ketika si Noie kecil masuk taman kanak-kanak? [untuk yang baru baca, bisa ke baby Jeno daily dulu ya, biar nggak begitu bingung~]
