Pagi ini begitu cerah. Si kecil Jung yang telah bangun satu jam yang lalu duduk di gazebo rumahnya sambil menyantap buah pisang dan segelas susu hangat.
Sangat menyenangkan. Ditambah sebuah buku cerita bergambar tentang dinosaurus menemaninya.
Namun keadaan berbeda di ruang kerja. Sang kepala keluarga terlihat tengah duduk berhadapan dengan laptop dengan wajah pucatnya.
Sebagai sosok istri tentu Doyoung menghawatirkan kondisi Jaehyun. Jika dipaksa begini yang ada malah semakin sakit.
"Yakin nggak libur aja?"
"Iyaa, cuman liat berkas doang kan di rumah. Nggak apa-apa, daripada klien melayang." Jawab Jaehyun sambil mengambil beberapa berkas.
"Hah~ Kalo makin pusing tutup laptopnya atau aku matiin paksa wifinya."
"Iya sayangg~~"
.
.
.
Seusai memandikan Jeno, Doyoung mengajak putranya ke pasar. Ia harus membeli banyak buah agar suaminya cepat sembuh dan beberapa kebutuhan lainnya.
Tentu saja sebelum masuk pasar terlalu dalam Doyoung membelikan beberapa jajanan pasar agar Jeno lebih tenang.
"Unda beli apa unda?" Tanya Jeno sambil menggenggam sekresek jajannya.
"Beli banyak~ Buah~ Sayur~ Ayam~ Jeno mau ikan?" Doyoung berhenti saat menemukan deretan lapak berisi penjual ikan.
"Ikan Milah?"
"Ahaha~" Sang bunda menggendong bayinya, memperlihatkan ikan-ikan yang dijual di atas meja. "Udang mau?"
"Mau!"
"Emang udang yang mana?"
"Ndak tau xixi~ Noie tau timpe unda!"
"Ahahaha~ Nanti ya abis ini kita beli."
Doyoung pun langsung meminta penjual ikan untuk mengambilkan udang dan ikan kakap.
Begitu selesai membeli ikan, mereka pun pindah ke area penjual buah-buahan.
Saat sang bunda tengah asyik memilih buah Jeno yang terabaikan menoleh kesana kemari untuk menemukan sesuatu yang menarik.
Mata sipitnya melihat semua aktivitas yang sedang dilakukan orang-orang sekitar.
"Mau beli krupuknya buk?" Suara samar dari seorang wanita paruh baya menarik perhatian Jeno.
Orang itu sedikit jauh darinya. Mata bulan sabit itu menangkap wanita tadi mengeluarkan seplastik kerupuk berwarna coklat dari tas jinjingnya.
Setelah berbincang-bincang wanita tadi mendapatkan selembar uang saat kerupuk telah berpindah tangan.
"Ini ya pak."
Jeno menoleh cepat ke arah bundanya. Sana seperti wanita tadi, bapak-bapak penjual buah mendapatkan uang dari bundanya, dan setelahnya sang bunda mendapatkan sekresek buah.
Sejak saat itu Jeno berkeinginan jika besar nanti ia akan menjadi seorang penjual barang.
Noie jual apa yaa~?
.
.
.
Jeno dan Doyoung pun sampai di rumah. Baru saja Doyoung menurunkan belanjaannya dari bagasi mobil, si kecil sudah menarik-narik tangannya sambil merengek.
"Undaaa~ Noie tas unda."
"Tas apa?"
Jeno yang tak mengetahui tas apa itu hanya bisa memperagakan bagaimana cara wanita tadi menggunakan tasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jeno Safari
FanfictionBagaimana ketika si Noie kecil masuk taman kanak-kanak? [untuk yang baru baca, bisa ke baby Jeno daily dulu ya, biar nggak begitu bingung~]
