"Tadi nangis minta naik motor. Sekarang ngerengek minta naik mobil." Cibir Jaehyun yang kesal melihat bayinya ingin naik mobil keluarga Lee.
"Ayah~ Noie cana~"
Jeno benar-benar ngotot ingin ikut mobil Ten. Lihatlah Jeno hendak melipir ke arah Mark sebelum Jaehyun dengan cepat menggendong bayinya.
Jujur saja Ten tak apa jika Jeno ikut dengan mereka. Tapi jika dibiarkan, Ten kasian dengan Jaehyun karena terus kalah dari putranya. "Eh tapi kita mau pergi dulu, pulangnya nanti malem. Jeno sama ayah aja ya~"
Mendengar itu, si bunda lantas melirik suaminya. Duh udah melotot matanya.
"Udah, Jeno sama bunda dulu, bunda mau bawa Jeno ke suatu tempat." Tawar Doyoung dengan senyum manisnya.
"Huh? Mana unda?"
"Rahasia~ Ayo yah."
Jaehyun lantas pergi ke motornya dan memasangkan helm Jeno. Setelah ia dan sang istri telah memakai helm, keluarga Jung itu segera naik ke motor.
Sayangnya Jeno yang berada di tengah sedikit kesusahan menoleh ke Mark.
"Ughh!"
Begitu berhasil menoleh, Jung kecil itu melambaikan tangannya ke Mark dengan riangnya. "Dah Makli xixixi~"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Duluan~!"
Dan wush~
Keluarga Jung meninggalkan kediaman Seo.
Di sisi lain saat Jeno melambaikan tangannya, Mark membalasnya malas.
"Nggak usah sedih, udah menang banyak tadi kamu." Ten pun menggiring Mark menuju mobil. "Besok pas gede bakal menang lebih banyak lagi dari ayahnya! Percaya sama mami~"
. . .
Sesuai janji Doyoung, kini mereka telah sampai di toko roti. Selain membelikan Jeno roti sebagai rayuan, Doyoung juga ingin survey kue tart yang sekiranya sedang ramai. Itung-itung buat inovasi kuenya karena sekarang bisnisnya sedang sepi.
"Uwaa~ Kue kue~! Itu unda~" Jeno yang berada di gendongan Doyoung bergerak brutal sambil menunjuk kue tart di lemari es.
"Mau yang mana?" Dengan sabar Doyoung membawa Jeno ke dekat lemari es.