Tas Koper milik Noie

5.6K 786 52
                                        

"Jeno tante pinjem tasnya ya." Kai mengangkat sedikit tas koper Jeno.

Jeno yang asyik makan kue hanya mengangguk. Tak ada pertanyaan terlintas di benaknya, karena seluruh atensinya berada di tv dan kue.

"Mari eksekusi Kai~" Kai lantas menaruh tas itu di meja.

"Kepo banget sama tasnya Jeno?"

"Abisnya berat. Ini anak mau sekolah apa pindah rumah?"

"Botol minum iron man~" Kai mengambil botol minum yang berada di saku samping tas.

Setelah memastikan saku kosong, Kai beralih ke saku satunya.

Sebentar, apa ia tak salah liat?

"Ngapain bawa bebek karet?" Kai menatap tak percaya adiknya.

"Nono sama Nana itu. Peliharaannya Bumblebee." Jawab Doyoung ringan sembari menyamankan dirinya di sofa.

"Ngapain sekolah bawa mainan? Disana kan ada." Cibir Kai sambil mengeluarkan Nono dan Nana dari saku.

"Apapun buat Jeno mau berangkat sekolah."

Kai menghela nafasnya, kenapa Jeno persis dengannya dulu? Tasnya hanya muat 1 2 buku, hingga sisanya bisa ia isi dengan berbagai hal tak penting seperti mainan.

Puas dengan para saku, Kai membuka tas bagian depan.

Sret

Kai mengerjap beberapa kali.

"Nih uang banyak banget?"

"Udah aku kurangin itu. Kemarin dapet 150 ribu."

Tantenya Jeno yang penasaran dengan jumlah uang ponakannya mulai menghitung uang tersebut.

"Dek, ini 64 ribu loh?"

"Memang segitu, harusnya 100ribu, tapi tadi kan dipake."

"Nggak gitu maksudnya! Ini kok nggak diambil? Jeno masih kekecilan buat nyimpen uang segini banyaknya. Aku tau ini 2ribuan, tapi kalo kekumpul sebanyak ini terus hilang apa nggak kasian?"

"Maunya gitu kak~ Anaknya yang nggak mau. 'Uang Noie! Ndak boleh pigang!' Emosi duluan tuh pentol, padahal niatku mau ku simpan di kamarnya, aku udah beliin dia celengan juga. Coba aja tanya."

Kai lalu beralih ke ponakannya, "Jeno, ini uangnya kalo di taruh di celengan gimana? Biar aman, uangnya nggak hilang."

"Ndak mau! Nti Noie beli beli ndak ada dua libu~"

"Nggak diambil semua, cuman setengahnya ya?"

"Ndak mauuu~ Nti uang Noie ndak adaaa!"

"Kak Lucas tolong dong ambilin celengan Jeno di lemari. Yang deket puzzle-puzzle."

"Oke mom!" Lucas pun bergegas mengambil celengan yang dimaksud mommynya.

"Kalo kayak gini hilang gimana? Tante aja pegang pegang uangnya Jeno bisa. Mending di taruh celengan."

"Huh?"

Tak begitu lama, Lucas pun datang dengan celengan berbentuk anjing putih. Ia langsung memberikannya pada mommynya.

"Makasih sayang."

"Yoi~"

"Pinjem uang 2 ribunya ya."

Si kecil itu mengangguk.

"Liat," Kai memasukkan uang 2 ribu ke celengan. "Kalo masuk gini tante bisa ambil nggak?"

Jeno menggeleng cepat.

"Jadi kalo uangnya masuk sini aman kan? Nggak ada yang ambil kan?"

"Ooo~ Uang Noie taluh citu!"

"Sipp~ Sekarang Jeno masukkin uangnya ya. Terus besok kalo uang sakunya masih di masukkan sini biar nggak hilang."

"Hu'um!"

Kai tersenyum senang. Akhirnya ponakannya mau menerima sarannya.

Di samping Jeno yang sedang memasukkan uang di celengan, Lucas tersenyum miring, "uangnya tetep hilang kalo celengannya di curi ahahaa~"

Kembali lagi pada Kai, mommynya Lucas yang belum selesai dengan kegiatannya mulai membuka resleting belakang tas Jeno.

"Kotak makan iron man~" Kai pun mengambilnya. "Besar banget dek kotaknya?"

"Isinya dimakan sama temen-temennya, makanya harus besar."

Kai mengangguk. Ia pun membuka lebar tas itu.

"Iron man sama Bumblebee? Mainan lagi?!"

"Hari ini iron man sama Bumblebee, mungkin besok Hulk sama Batman yang dibawa."

"Astaga anak ini~"

Begitu iron man dan Bumblebee dikeluarkan, Kai dapat melihat sekotak susu dan jus.

"Susu strawberry, jus jambu biji. Ini perut apa nggak tambah bulet?"

"Namanya juga bayi pentol."

Kai mengeluarkan 2 kotak minuman kemasan itu.

"Tempat pensil dari Sehun ya ini?"

Doyoung mengangguk. "Istimewa kata Jeno. 'citimewa unda! Um cihun beliin Noie~' Ahaha~"

Kai yang mendengar ikut tertawa. Bisa-bisanya Jeno bucin sama suaminya.

"Lengkap banget sampe ada pensil warnanya." Ujar Kai saat melihat isi tempat pensil. "Selotip ada, lem ada, pensil ada, penghapus ada, rautan ada, gunting kertas ada, mau buka toko aja kah Jen?"

"Daripada ribut sama temennya mending aku lengkapi aja isi tempat pensilnya."

Kai lalu beralih ke tas lagi.

Kini hanya tertinggal satu buku pelajaran disana.

"Satu doang nih bukunya?"

"Ada banyak sih kak, tapi hari ini jadwalnya itu aja. Ya udah aku bawain itu."

"Terus kalo bukunya banyak?"

"Ya mainannya ditinggal atau pilih yang kecil biar muat."

"Dek ini berat loh buat Jeno."

"Ya makanya itu dibeliin tas koper sama ayahnya."

"Karna Jeno masih baru masuk TK nggak papa kayak gini, tapi pas dia udah naik kelas jangan di biarin terus. Dia harus tau mana tempat bermain sama tempat belajar."

"Iya kak. Ntar aku coba kurangin satu satu."

.
.
.

TBC~

[Udah kan? Pada tau isi tasnya Jeno skrg?]

Jeno SafariCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang