"Noie tau Amelika!"

5.4K 675 65
                                        

Pagi hari ini dimulai dengan Jeno yang bangun dengan iming-iming sang bunda yang telah menyiapkan sekotak kue. Sambilqq terkantuk-kantuk ia naik ke pangkuan bundanya. "Kue cudah?"

"Sudah dong~"

"Xixi~" Si kecil itu menelusupkan kepalanya ke ceruk Doyoung.

"Mandi yuk~"

Doyoung yang berniat menggendong bayinya terdiam saat melihat  sprei biru muda Jeno.

"Loh ini kenapa di coret coret spreinya?"

Jeno melirik kasurnya tanpa mau keluar dari leher bundanya. "Noie gambal unda. Jelapah~ Bagus unda?" Tanya Jeno sambil mendongak.

"Hm?" Doyoung meraba sprei biru muda milik putranya yang ia yakin telah di coret-coret dengan spidol. "Bagus~ Tapi sprei apa buat coret coret?"

"Huh?"

"Sprei ini buat tidur apa buat gambar?"

"Xixi~ Dua dua~"

"Siapa yang bilang gitu hm?"

"Ayah~"

"Apa iya?"

"Xixixi~"

"Bunda kan udah siapin itu." Doyoung menunjuk sebuah dinding yang dilapisi triplek untuk Jeno bebas menggambar. "Biasanya coret coret disitu kan?"

"Bocan undaaa~"

"Bosan kenapa?"

"Ndak cuka! Jelek!"

"Terus harus coret-coret sprei?"

"Xixixi~"

"Jen, sprei buat tidur, kalo di coret coret gini kotor, nyucinya susah."

"Noie cuci undaa~"

"Hah~ Makasih, tapi bunda sedih spreinya di coret-coret." Wajah Doyoung menyendu. Menatap sprei dan sesekali melirik Jeno. Ia ingin tau bagaimana respon putranya saat ia bersedih.

Manik Jeno melihat bundanya yang merunduk dengan raut wajah yang tak biasanya. "Unda cedih?"

Doyoung mengangguk pelan. Dan hal itu membuat Jeno kembali melirik spreinya.

Mata Jeno tak lagi berbinar, sungguh ia tak mengira jika kegiatannya saat terbangun di tengah malam membuat bundanya sedih. "Maap unda~ Noie ndak tau~"

"Okey~ Bunda maafin. Tapi mulai sekarang Jeno kalo gambar tempatnya nggak di sprei. Ngerti?"

"Iya unda."

Bagus~ Jeno mulai paham kenapa minta maaf.

"Sekarang mandi yuk, terus kita sarapan di luar. Mau?"

"Mau mau!" Sebentar, Jeno seperti ingat sesuatu. "Ayah mana unda?"

"Ada di bawah, udah nunggu Jeno buat sarapan sama sama~"

"Xixi~ Ayo cepat cepat unda!"

.

Setelah mandi dan memakai pakaian sekolah Jeno berlari menuju ayahnya yang duduk di sofa.

"Ayah~!" Jeno pun langsung naik ke pangkuan ayahnya.

"Ini yang umur lima tahun mana ya? Yang ini apa yang ini?" Jaehyun menunjuk istrinya dan Jeno bergantian.

"Noie ayah~" Jeno yang telah rapi dengan seragam sekolah memeluk ayahnya erat-erat.

"Ah iyaa~ Yang ini ya?" Jaehyun membenarkan posisi Jeno agar menghadap ke arahnya.

Cup

"Xixi~ Geli yah~"

Jaehyun yang jahil semakin menggesekkan dagunya pada pipi gembil Jeno.

Jeno SafariCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang