Bumblebee

4.5K 593 77
                                        

Sepulang sekolah Jeno yang telah berganti pakaian meminta ijin bundanya untuk pergi ke rumah sebelah. Awalnya Doyoung mencegahnya, tapi si kecil Jung bersih keras untuk kesana. Akhirnya Doyoung pun mengijinkannya. 

Jeno dengan semangat pergi ke sebelah rumah, sedangkan Doyoung mengawasi Jeno dari depan rumahnya.

Tok tok tok

"Makli~ Noie main ni~"

Tok tok

Heum? Jeno mengernyit kebingungan, sudah hampir 5 menit ia berdiri disini sambil mengetuk pintu rumah Mark, tapi tak ada satupun orang yang membukakan pintu.

"MAK~ LI~~ HALOOO~"

Cklek

"Makli- Um Teyong?"

"Mark nggak ada."

"Makli mana?"

"Pergi jauh."

Jeno terdiam. Jadi yang kemarin-kemarin itu benar terjadi ya? Jeno pikir ia mimpi buruk karena badannya sakit.

"Makli tinggal tinggal Noie." Jeno yang sedih berbalik, ia harus pulang sesuai dengan perjanjiannya dengan Doyoung.

Makli~ Benar kata bunda, temannya tak ada lagi di rumah ini. Noie ndak ada teman~

Dimana Jeno bisa menemukan teman yang penurut seperti Mark. Semua teman-temannya memiliki keinginan masing-masing, jadi tak ada yang selalu mengiyakannya.

"Jeno!"

"Ayah~ Ayah Makli mana yah?"

"Kak Mark kan ke Bandung."

"Ndak ada sini?" Jeno menunjuk rumah tetangganya. Sekali lagi ia memastikan jika Mark memang tak ada disini.

Sang ayah menggeleng pelan.

"Pulang Jen, di rumah ada kak Lucas."

"Casseu sini?!"

"Iya~ Ayah ajak kesini tadi." Jaehyun sengaja menjemput Lucas untuk dibawa ke rumahnya. Ia kasihan melihat Jeno yang tak tak memiliki teman di rumah. "Ayah beli kue juga."

"KUE?!" Jeno pun bergegas pulang. Lucas dan kue perpaduan yang menarik! Jeno sudah merencanakan permainan yang menarik untuk mereka.

Begitu Jeno pergi Taeyong mengajak Jaehyun masuk. Dari wajah suaminya Doyoung itu terlihat jika ada yang ingin ia sampaikan.

"Aku baru tau kalo ternyata kamu juga tukang pukul." Ujar Jaehyun sambil mencari posisi nyaman di sofa.

"Hm."

"Mina, selingkuhanmu dulu kan?"

"Hm."

"Kenapa nggak kamu nikahin aja Mina daripada kamu nikahin Ten!"

"Mina nggak mau nikah."

"Terus?! Brengsek kamu jadiin Ten pelampiasan!"

"APA?! TEN SENDIRI YANG MAU!"

"Bangsat! Ten seharusnya nggak gini. Mark nggak pantes punya ayah brengsek kayak kamu." Jaehyun menggeram marah.

"Seharusnya dulu Ten dengerin aku. Kalo aku tau ujungnya kayak gini, nggak bakal aku bolehin kalian nikah!"

"Emang kamu siapanya hah?!"

"Aku temannya!"

"Cih, teman."

"Nyepelein aku? Kamu pikir siapa yang bantu ngerawat Mark?! Siapa yang lebih bertanggung jawab disini?!"

Taeyong langsung terdiam.

"Sekarang mereka udah pergi, jangan sampe kamu nemuin mereka lagi. Kamu nggak pantes nunjukin diri sama mereka." Jaehyun tau tak sepantasnya ia mengatakan ini. Taeyong masih ayah kandung Mark dan Sungchan, tapi melihat kelakuannya selama ini,

"Doyoung masak banyak. Ambil bagianmu." Ujar Jaehyun sambil berdiri.

"Huh?"

"Bisa-bisanya Ten masih nitipin kamu ke istriku." Ingin sekali Jaehyun menggigit Ten karena ini.

.
.
.

Seminggu kemudian.

Terlihat Taeyong tengah berdiri di balik pagar rumah Jeno.

"Jeno?"

"Um Teyong!" Jeno yang tengah bermain iron man di teras rumah langsung berlari menuju pagar. "Makli pulang?"

"Haha~ Nggak~ Om mau titip ini." Taeyong mengeluarkan sebuah robot Bumblebee dari balik tubuhnya. "Om nggak pantes jaga mainan ini."

"Huh? Um kasih Noie?"

Taeyong mengangguk pelan. "Jagain bener-bener ya? Cuman ini yang om punya." Ia kasih bumblebee Mark pada Jeno melalui sela-sela pagar. "Bilang sama ayah sama bunda, jangan di buang."

"Hu'um! Makasih xixixi~ Um Teyong baik Noie sayang~!"

"Aduh aku digombali? Sama bayi?"

"Xixixi~"

"Kak?"

"Eh, Doyoung." Taeyong mendadak kikuk. Malu ia bertemu dengan Doyoung.

"Sayurnya udah mateng, mau diambil sekalian kak?"

"Nggak usah, nggak usah urus aku lagi. Makasih. Jeno, om pulang dulu ya~"

"Hu'um!"

Ten~ Kak Taeyong udah putus dari Mina.

"Unda~"

"Ya sayang?"

"Um Teyong kasih ini~ Ndak boleh buang unda~" Jeno dengan senyuman manisnya menjunjung tinggi bumblebee pemberian Taeyong.

"Okey~ Kalo nggak boleh dibuang berarti Jeno harus jaga baik-baik, mengerti?"

"Hu'um! Noie peluk peluk unda!"

"Ahahaa~ Jeno mau main? Ajak Bumblebeenya sekalian."

"Ndak mau~ Makli ndak ajak Noie. Ayo unda masuk~ Noie nanas~"

.
.
.
Fin~

Jeno SafariCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang