"Ayah~ Noie ada celengan~!" Jeno menyambut kedatangan ayahnya dengan memamerkan celengannya.
Melihat si kecil yang menghampirinya, Jaehyun pun berlutut agar tinggi mereka sejajar. "Udah diisi?"
"Cudah! Uang Noie cini cemua~"
"Pinter~" Jaehyun pun mengusak rambut putranya. "Eh uang Jeno kan di ayah 100 ribu."
"Huh?"
"Itu yang Jeno minta tapi ayah simpen?"
Jeno mengerucutkan bibirnya, kapan ayahnya memberi uang 100 ribu padanya?
"Nah karna Jeno udah punya celengan, ayah kasih uangnya Jeno sekarang. Tapi dimasukin kesini." Ucap Jaehyun sambil membuka dompetnya.
"Hu'um!"
Lalu Jeno melihat ayahnya memasukkan uang 100 ribu ke celengan.
"Selesai~ Jeno simpan baik-baik celengannya."
"Ciap bos! Xixi~"
"Bos? Ahaha~" Jaehyun pun kembali mengusak rambut putranya. Kebalik Jeno, anaknya ayah ini yang jadi bosnya ayah.
"Xixixi~ Bos ayah!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tawanya Jeno itu upahnya ayah. Jaehyun tersenyum manis.
"Ayah ganti baju bentar, nanti ikut ayah beli makan ya."
"Ukai~"
Begitu ayahnya pergi, Jeno menaruh celengan itu ke meja tamu.
Sambil menunggu ayahnya bersiap, Jeno pun memilih menyusul sang bunda di depan tv. Yap! Memang sedari tadi Doyoung tak bergerak dari sana. Bagaimana mau pindah kan?
"Unda~"
Bruk
Jeno tanpa basa basi langsung melompat ke tubuh Doyoung.
"Astaga! Ssshhh~" Punggungku!
"Unda kaget?" Jeno dengan mata polosnya menatap sang bunda penuh tanya.
"Iya loh~" Mau marah anak sendiri!
"Xixi~"
"Kalo mau pangku bilang, biar bunda benerin. Misal kayak tadi bunda kan kaget, sakit juga karna Jeno sekarang udah tumbuh besar."
"Noie becal unda?"
Ughh matanya~ Doyoung benar-benar tersihir oleh sorot mata bayinya.
"Besar dong~ Kan yang sini ngolah terus~" Doyoung tertawa sambil menggelitiki perut bertumpuk milik Jeno. "Gembil gembil~"
"Xixi~ Cudah unda huhuu~ Geli~"
"Ahahaha~ Sini sini bunda peluk ughhh~"
Kemudian tiba-tiba saja Doyoung dan Jeno merasakan seseorang memeluk mereka dari belakang.