Req : "Ndaa~ Nun~~"

4.7K 597 30
                                        

"Ayah pulang~" Seru pria yang berusia hampir 30 tahun sambil memasuki rumah.

Tumben, biasanya saat ia pulang Jeno akan berlari kencang kearahnya dan meminta gendong.

Kaki Jaehyun sampai di ruang tengah. Ia tersenyum melihat istrinya tertidur pulas di sofa.

Sang ayah itu memilih pergi mencari putranya. Biarkan Doyoung tidur lebih lama. Pasti ia kelelahan menjaga si kecil yang aktif dan beberes rumah.

"Jeno~ Anak ayah dimana ya~~?"

"Jeno~"

Jaehyun menyusuri setiap sudut rumah. Tapi Jeno tak terlihat batang hidungnya.

"Jeno!" Langkah Jaehyun berubah semakin cepat. Ia telusuri rumahnya sekali lagi. Membuka setiap ruang untuk menemukan Jeno.

"JENOO!"

Nihil

Jaehyun tak mendapati Jeno dimanapun. Putra satu-satunya, yang bulat seperti cenil tak ada. Pria yang masih mengenakan setelan kantor berlari ke tempat istrinya tertidur.

"Yang bangun yang!"

"DOYOUNG BANGUN!"

Suara teriakan Jaehyun berhasil membuat Doyoung langsung terduduk. "Apa?!"

"Jeno nggak ada! Hilang!"

"Hah? Hilang?" Mata yang mirip kelinci menatap sekitarnya.

"J-jeno-" Doyoung sontak bangkit. Mengesampingkan rasa pusing akibat pergerakan yang tiba-tiba. Putranya harus segera ditemukan.

"Jenooo! Jeno dimana? Jeno!" Doyoung masuk ke setiap ruangan yang ada di rumah.

"Jeno!"

Tak ada sekalipun Doyoung mendengar suara celotehan Jeno.

Seharusnya Doyoung tak boleh tertidur. Meninggalkan bayinya yang baru berusia 2 tahun sendirian tentu sangat berbahaya.

Doyoung bodoh! Bodoh!

"Jeno hiks! Jeno kemana? Ayo jawab bunda~"

Doyoung masuk ke ruang kerja, mencari putranya sampai di bawah meja.

"Jeno dimana hiks! Jangan buat bunda khawatir~" Tubuh Doyoung lemas saat Jeno tak ada di bawah meja. Kemana lagi ia harus mencari Jeno.

"Hiks!"

"BUNDA JENO BERDARAH!"

Teriakan Jaehyun membuat Doyoung membeku. Putranya berdarah?!

Tanpa menunggu lama Doyoung berlari menemui Jaehyun.

Anakku!

Jeno berdarah bagaimana? Tadi siang putranya masih sehat, tak ada luka sedikitpun.

Ketika Doyoung sampai di balik sofa ruang tamu, kakinya langsung lemas. Wajah dan baju putranya berlumuran darah di depan suaminya.

Jeno-

"Yayah~" Jeno perlahan duduk. Ia pun mengucek matanya yang gatal selepas tidur.

Sebentar, Jaehyun tak mencium bau anyir sama sekali. Putranya pun terlihat baik-baik saja. Sang ayah yang penasaran pun mencolek pipi Jeno yang merah. Kemudian ia rasakan cairan merah itu, "buah naga?!"

Jaehyun langsung mendorong sofanya.

Begitu sofa berpindah Jaehyun menemukan kulit buah naga tergeletak disana.

"B-buah?" Doyoung lantas membawa Jeno ke gendongannya. Ketika ia hirup tubuh Jeno memang bukan bau anyir yang ia dapat. "Ya Tuhan~ Hiks! Jeno kenapa disitu?"

Jeno SafariCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang