"Itu temennya~"
Jeno melirik temannya takut-takut dari leher sang ayah. Jujur dirinya terlalu malu untuk bertatap muka dengan Mark.
"Ayo samperin~"
Jeno menggeleng cepat. Ia eratkan pelukannya pada leher sang ayah.
"Malu ayah~"
Sama halnya dengan Mark, anak itu memilih bersembunyi di balik kaki maminya. Mereka sama sama malu setelah sekian lama tak pernah bertemu.
"Loh dulu peluk-pelukan kenapa sekarang sembunyi-sembunyi heum?" Ten berusaha menarik tangan Mark agar keluar dari persembunyiannya.
"Malu mi~"
"Gimana sih ini~ Ayo dong kak~"
.
Setelah masa perkenalan gagal, Doyoung dan Ten dengan sengaja meninggalkan mereka di ruang tengah. Tak hanya itu, Ten menaruh banyak mainan di sana.
Awalnya mereka hanya diam, hingga Jeno meminta ijin untuk mengambil sebuah robot iron man di antara mereka. "Aku pinjam ini boleh?"
"Hu'um."
Setelah itu Jeno pun memainkan iron man seorang diri. Dirinya tak berani mengajak Mark bermain tapi suaranya ia tinggikan untuk menarik perhatian Mark. Mungkin saja dengan cara itu Mark mendekat dengan sendirinya dan ikut bermain bersamanya.
Namun setelah ditunggu beberapa saat, Jeno tak mendapati Mark bergerak dari tempat duduknya. Anak itu hanya diam melihat dirinya.
Jeno bosan. Ia tak bisa memainkan mainan ini sendirian. Tapi Jeno malu untuk mengajak Mark.
Baiklah, Jeno bertekad untuk terlihat bermain lebih asyik agar Mark mau ikut bermain bersamanya.
"Aku pinjam ini boleh?" Jeno menunjuk sebuah mobil pemadam.
"Iya."
Jeno pun mengeraskan suaranya, ia tertawa lebih keras tapi Mark masih tak mau mendekat. Apa dirinya tak mengasyikkan? Permainannya membosankan? Atau apa?
Putra Jung Jaehyun melirik Mark yang masih mengawasinya. Jeno menyerah.
"Mau main sama sama?"
"Huh?"
Jeno menatap jengah Mark. Ayolah dirinya sudah menurunkan gengsi tapi Mark masih tak mau paham.
"Ayo main! Main sama aku!"
Tanpa menjawab Mark pun mendekat. Ia ambil Bumblebee dan duduk di depan Jeno.
"Bumblebeenya mobilnya ini." Jeno mengambil mobil sedan dan memberikannya pada Mark. "Aku mobil pemadam!"
Tak ada yang Mark lakukan selain menyetujui Jeno.
"Nanti Bumblebeenya terbang menyelamatkan power rangers." Putra Jung Jaehyun dengan telaten menyusun power rangers di bawah sofa. "Nanti Bumblebee lawan iron man."
"Tapi kita-"
Jeno menatap Mark tajam sebelum Mark menyelesaikan argumennya.
"Okey kita musuh."
"Xixixi~ Ayo main main~"
.
.
.
Hari semakin siang, Jeno dan Mark semakin akrab. Kini mereka yang lelah bermain pergi ke dapur untuk mengambil camilan.
"Mau ini?" Mark menawarkan sebuah kue kering pada Jeno.
Jeno mengangguk pelan. Ia terima kue kering dan memakannya lahap. "Enak!"
"Itu di kasih om Kun~"
"Ooo~"
"Tuh orangnya~" Mark menunjuk seorang pria dewasa yang sedang berbincang dengan Jaehyun di halaman belakang rumahnya.
"Tampan om Sehun~"
"Tampan aku!"
"Ndak! Om Sehun paling tampan! Mark jelek~"
"Aku tampan! Kata mami aku tampan!"
"Iya~ Tapi tampan aku~ Xixixi~" Mata Jeno melengkung dengan indahnya.
"O-okey." Mark memalingkan wajahnya, menatap apapun yang penting tak melihat Jeno sekarang.
"Heum?" Jeno menengok Mark dari belakang, dan seketika itu mata Jeno membulat. "Bunda~ Wajah Mark merah~ Mark sakit bundaaa~" Jeno langsung berlari mencari bundanya, wajah Mark merah, pasti temannya itu sedang sakit parah!
"Jeno aku nggak sakit ya!"
.
.
.
fin~
[ini pas Jeno diajak main ke rumah Ten pas Ten mau nikah sama Kun]
KAMU SEDANG MEMBACA
Jeno Safari
Fiksi PenggemarBagaimana ketika si Noie kecil masuk taman kanak-kanak? [untuk yang baru baca, bisa ke baby Jeno daily dulu ya, biar nggak begitu bingung~]
