"Xixi~ Angin unda~"

4.4K 559 42
                                        

Brut

Jeno terdiam. Ia merasa celana dalamnya sedikit terdorong saat kentutnya keluar. Si kecil yang penasaran meraba pantatnya.

Si bayi gempal itu mencoba melihat apa yang terjadi pada pantatnya.

Ndak ada?!

Tak ada yang berbeda dari pantatnya. Semuanya normal. Celananya tak robek seperti bayangannya, atau sesuatu menempel pada pantatnya.

"Jeno~ Ayo sini makan sayang~"

Mendengar panggilan bundanya Jeno pun meninggalkan mainannya. Sudah waktunya makan siang, perutnya harus segera diisi. Terlebih sang ayah pulang untuk ikut makan siang.

"Ayah~"

.

"Ayah~ Noie mau pintol~" Ujar Jeno saat mereka telah selesai makan siang.

"Beli sama bunda ya, ayah kerja abis ini."

Jeno menoleh ke bundanya. Menatapnya penuh harap agar mau mengantarnya beli pentol.

"Kemarin udah beli kan?"

Raut wajah Jeno sontak berubah. "Unda~"

"Bunda udah buatin pudding. Makan itu dulu ya? Besok baru beli pentol."

"Pintol unda~!"

"Iya beli pentol, tapi besok. Sekarang makan pudding dulu~"

"Huuu pintol~" Cicit Jeno sambil memainkan ujung bajunya.

"Besok sayangku~ Kemarin beli pentol, sekarang jajan yang lain, besok pentol lagi nggak apa-apa, nanti besoknya lagi makan jajan lain. Selang seling~"

Si kecil mendongak, "ndak sekalang?"

"Nggak~"

"Unda~ Makli beli pintol telus ndak malah malah~" Layangan protes Jeno membuat sang bunda tersenyum tipis.

"Itu tante Ten, disini Jeno tinggal sama bunda sama ayah, jadi Jeno ikut aturannya bunda sama ayah."

"Pudingnya ayah potong ya?" Tanya Jaehyun untuk menghentikan perseteruan.

Dengan lemas Jeno akhirnya setuju dengan bundanya. Makan puding untuk camilannya.

Sementara itu Jaehyun pun pergi ke kulkas untuk mengambil puding buatan istrinya.

"Tadi katanya bu Taeyeon Jeno abis nyanyi di depan kelas ya?" Sang bunda membawa Jeno ke pangkuannya.

"Iya~"

"Nyanyi apa?" Dengan telaten Doyoung menyisir rambut Jeno kebelakang.

"Kebunku unda!"

"Bunda mau denger~ Nyanyiin dong~"

Setelah itu Jeno pun bernyanyi dengan riangnya.

"Liat kebunku~ Penuh dengan bunga~"

"Ada yang putih dan ada yang merah~" Jeno tertawa saat bundanya ikut bernyanyi dengannya. "Xixi~ Unda ikut ikut~"

"Bagus kan suara bunda?"

"Hu'um!"

"Oh iya, nanti kak Lucas abis sekolah mau main kesini."

"Iya unda?!"

"Iyaa~"

"YES! Um Sihun sini unda?"

"Aduh kalo itu bunda nggak tau ya."

Ugh~ Jeno sudah membayangkan pasti akan seru sekali bermain dengan om Sehun setelah lama tak bertemu. Xixixi~ Nti Noie ajak kuda kuda ah~

Jeno SafariCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang