"Unda pak koki ndak bisa~"

4.6K 558 64
                                        

Bel pulang sekolah berbunyi. Taeyeon pun meminta anak didiknya untuk mengemasi alat tulis mereka.

Jeno yang duduk di belakang sendiri memasukkan buku dan alat tulisnya ke dalam tas. Bel telah berbunyi pasti sang bunda sudah menunggunya di samping kelas.

"Unda~!" Mata Jeno berbinar melihat bundanya yang melambaikan tangan padanya.

"Baik anak-anak~ Kita berdoa dulu ya~"

.

"UNDAAA~~!"

"Hello boy~"

"Ayo unda pulang~ Noie cape~"

"Capek sayang? Tapi bunda mau nganter kuenya mama Sanha sebentar~ Boleh ikut bunda bentar? Nanti bunda pijit biar capeknya hilang~"

"Hu'um! Nti pulang putal putal unda~"

"Okey~!"

Pasangan anak bunda itu berjalan menuju tempat parkir. Kemudian mereka pergi ke rumah Sanha. Jika saja Sanha tidak sakit hari ini Doyoung tak perlu mengantarkan kue pesanan mama Sanha ke rumah.

.
.

Ketika mereka sampai di rumah Sanha, Jeno di sambut dengan temannya yang mengenakan baibai fever.

"Sini sini~" Sanha menggoyang-goyangkan hpnya bermaksud untuk mengajak Jeno ikut menonton Upin dan Iin bersamanya.

Jeno yang paham langsung berlari mengikuti Sanha ke ruang tengah. Sambil tengkurap di atas karpet mereka menonton kartun botak itu dengan hikmat.

"Ini hapi ku~" Pamer Sanha sembari mengganti tayangan video.

"Noie punya~ Dua~" Atau maksud Jeno adalah hp ayah dan bundanya.

"Ndak~ Ni hapiku sendili~~"

Si kecil Jung terdiam. Ia tak memiliki hp seperti Sanha.

"Minta~ Nanti main sama sama~"

Benar juga!

Sang ayah selalu menurutinya. Pasti saat ia meminta hp ayahnya akan membelikannya.

"Ukai~ Nti Noie minta ayah~"

"Hu'um!"

.
.
.


"Ayah~"

Cup

Jeno kecup pipi ayahnya ketika si pria dewasa itu duduk di sofa depan tv.

"Mau apa~?"

Jaehyun menerka-nerka apa yang akan di minta si kecil. Jeno yang tiba-tiba menciumnya jelas sedang ingin sesuatu.

"Noie mau hapi~"

"Bentar."

Jaehyun merogoh sakunya namun tangan gempal Jeno menahan sang ayah.

"Ndak~ Nya Noie~ Beli yah~"

"Ndak~ Nya Noie~ Beli yah~"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jeno SafariCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang