Chapter 2

2.3K 185 10
                                        

Aroma masakan yang menggugah selera membuat Jiro langsung terbangun.

Dia mengerjapkan matanya, lalu anak itu berusaha mengusir rasa kantuk yang masih bergelantungan di kelopak matanya. Namun, Jiro segera mengusir rasa kantuk itu ketika ia teringat kalau hari ini dia ada kelas pagi.

Segera Jiro bangun, atau lebih tepatnya, memaksakan dirinya terbangun.

Jiro meregangkan tubuhnya yang terasa pegal, bahkan sampai mengeluarkan bunyi membuat Jiro meringis sendiri.

Kenapa dia terdengar seperti pria tua?

Kamar utama ini hanya memiliki satu tempat tidur berukuran king size (Darma langsung membelikan tempat tidur ukuran yang besar ketika ia tahu Renjana dan Jiro tidur di kamar utama).

Sebenarnya, kamar mereka ini masih bisa menampung satu orang lagi. Namun, Mada melarang karena katanya sudah pas kalau kamar utama diisi oleh Renjana dan Jiro.

Jiro menyibak selimut yang ia kenakan (Jiro dan Renjana menggunakan selimut masing-masing), dan dia mengerjapkan matanya ketika melihat Renjana belum terbangun.

Sebuah kejadian langka melihat Renjana malah kembali tidur setelah dia melaksanakan ibadah salat subuh. Biasanya dia sudah bergerak ke sana ke mari dan alhasil membuat Jiro tidak jadi melanjutkan tidurnya.

"Kak Ren, bangun kak, udah jam setengah tujuh" ucap Jiro sambil menggoyangkan pelan tubuh Renjana.

"Kak.." panggil Jiro lagi, dan sekarang dia menggoyangkan tubuh Renjana dengan agak kuat.

"Aduh, masa harus diteriakin, sih? Nanti aku diomelin gimana?" gumam Jiro yang takut sendiri kalau nanti dia diomel Renjana kalau nekat membangunkan anak itu dengan cara ekstrim.

"Tapi, nanti Kak Renja tambah ngomel karena nggak aku bangunin. Dia kan pergi kerja hari ini" lagi-lagi Jiro sibuk berdebat dengan dirinya sendiri.

Akhirnya, Jiro pun menggunakan cara terakhir.

Cara yang biasa Hadi lakukan ketika dia membangunkan Cakra.

"KAK RENJA BANGUN!"

Dan tentu saja Jiro menggoyangkan tubuh Renjana dengan brutal. Persis seperti yang Hadi lakukan, tetapi kalau Hadi, dia sambil menampar pipi Cakra.

Mana berani Jiro melakukan hal se-esktrim itu. Jiro yakin, Hadi pun tidak berani menampar Renjana.

Renjana langsung terbangun, kedua matanya terbuka lebar dan dia seperti siap mengomeli siapa pun yang telah membangunkannya dengan cara ekstrim seperti itu. Namun, Renjana mengatupkan bibirnya rapat-rapat ketika ia melihat Jiro lah pelakunya.

"Kenapa kamu teriak-teriak gitu, Jiro?" tanya Renjana sambil menahan kesal, dengan setengah mengantuk, Renjana menyibak selimutnya lalu ia turun dari tempat tidur dan melipat selimut miliknya.

"Habisnya kakak nggak bisa dibangunin. Sekarang udah jam setengah tujuh, kak. Tumben kakak tidur sesudah subuh? Biasanya kakak pantang tidur sesudah subuh" ucap Jiro yang juga melipat selimutnya dan membantu Renjana merapikan tempat tidur.

"Hah? Sekarang udah jam setengah tujuh?!" seru Renjana, dia terlihat tidak percaya akan apa yang ia dengar.

"Iya kak, makanya aku bangunin kakak kayak gitu, dari pada kakak telat pergi kerja kan" ucap Jiro.

"Bukan gitu, Ji. Kalo aku baru bangun, ini siapa yang masak?" ucap Renjana dan Jiro mengernyitkan alisnya.

"Kan ada Kak Mada?"

"Jiro, Bang Mada kalo buat sarapan, andalan dia cuma nasi goreng sama roti bakar. Tapi, ini kenapa aku malah nyium bau ikan yang digoreng?"

Jiro dan Renjana saling bertatapan.

[FF NCT DREAM] KARSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang