"Lo beneran mau pergi sendiri? Pergi sama gue aja" ucap Janu setelah dia mendengar ucapan Renjana kalau Hari Sabtu nanti dia ingin pergi ke kampung halaman orang tua nya.
Sebelumnya, Renjana pernah membahas tentang itu. Dia juga sempat mengajak Nanda untuk menemaninya pergi ke sana. Tetapi, sayangnya, Nanda tidak bisa menemani Renjana karena ada acara di kantornya. Padahal, Nanda sudah meminta Renjana untuk pergi ke sana bersama dia dengan Darma di akhir pekan berikutnya. Tetapi, sepertinya Renjana sudah terlalu rindu dengan orang tua nya.
"Boleh" jawab Renjana yang masih fokus mengerjakan laporan tanpa menolehkan kepalanya ke Janu.
"Kita pinjam mobil Nanda. Dia kan mobilnya banyak" ucap Janu lagi. Dia tidak sabar ingin mengendarai mobil mahal milik Nanda.
"Balik hari atau nginep, Ren?" tanya Janu sambil menoleh ke Renjana.
"Balik hari. Soalnya, Hari Minggu aku mau pergi sama Tante Dewi dan Tante Mira" jawab Renjana.
Kemarin, Dewi menemui Renjana yang sedang memfoto copy laporan. Dewi mengajak Renjana pergi bersama nya dan Mira. Kalau kata Dewi, ada barang yang ingin dia beli bersama Mira dan mereka memutuskan untuk sekalian mengajak Renjana dengan alasan mereka tidak pernah lagi pergi jalan-jalan bersama. Karena, Renjana tidak tahan melihat tatapan memelas Dewi, akhirnya dia mengiyakan ajakan ibu dua anak itu.
"Wuih, pergi sama tante-tante galak" ucap Janu setelah dia bersiul panjang.
Renjana tidak menyahuti ucapan Janu itu karena dia sibuk sendiri dengan laporannya. Janu yang melihat itu pun berdecak. Dia merasa tersakiti karena Renjana selalu saja tidak fokus mendengarkan guyonan nya setiap sibuk bekerja.
"Ehem, ngomong-ngomong, Ren. Sherina nggak ada nyapa lo lagi, ya?" tanya Janu yang memilih mengganti topik pembicaraan.
Mungkin, sudah seminggu lebih Janu tidak melihat Sherina mencoba mendekati Renjana. Terkadang, ketika Janu dan Renjana masuk ke dalam gedung lalu melihat Sherina bersama teman-temannya ada di dekat lift. Pasti Sherina langsung berlari menuju tangga darurat untuk menghindari Renjana dan Janu. Kalau tidak sengaja bertemu di kantin, Sherina pasti duduk di bangku paling pojok dan tidak akan terlihat oleh manusia mana pun. Kalau tidak sengaja bertemu di tempat parkir, Sherina pasti bersembunyi di dekat mobil yang terparkir di sana.
"Hm? Iya."
"Lo nggak merasa kehilangan?" tanya Janu membuat Renjana berhenti mengetik lalu menoleh ke Janu.
"Nggak tahu?"
Janu mengernyitkan alisnya. Dia menatap Renjana dengan terheran-heran.
"Lo ini sebenarnya manusia jenis apa, sih Ren?"
***
Mada mengernyitkan alis nya karena melihat Faisal, Andre, dan Salsa langsung melambaikan tangannya seolah-olah menyuruh Mada mendekat ke meja kerja milik Faisal. Yang membuat Mada semakin heran, karena raut wajah tiga rekan kerja nya itu seperti ingin memberitahukan hal paling rahasia di muka bumi.
Meskipun dia kebingungan, Mada tetap melangkahkan kakinya mendekati ketiga rekan kerja nya itu. Dia pun berdiri di dekat mereka. Tetapi, Faisal malah menarik Mada untuk duduk di kursi miliknya, sehingga mereka berdua sempit-sempitan duduk di kursi kerja milik Faisal itu.
Mereka berempat saling berangkulan, membuat Mada semakin bingung karena tiga rekan kerja nya ini memasang wajah serius dan waspada. Seperti takut akan ada yang mendengar pembicaraan mereka.
"Kalian tahu, nggak? Semalam, gue nggak sengaja mergokin Ulfa pergi berduaan sama pak bos!" bisik Faisal yang terdengar menggebu-gebu. Raut wajah nya seolah mengatakan kalau dia mendapatkan sebuah berita paling panas dan akan menyala jika semua orang tahu tentang hal ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)