Chapter 136

1K 139 8
                                        

Waktu terus berlalu dan tujuh bujang itu menjalani hari-hari mereka tanpa perlu merasa was-was lagi karena sekarang, dalang yang membuat mereka selalu ketakutan setiap harinya benar-benar tidak mengusik mereka lagi.

Setiap hari, yang dilakukan para bujang itu adalah ribut, bertengkar, berdebat, berkelahi, dan berisik.

Tidak ada hal lain yang mereka lakukan selain lima kegiatan yang sudah disebutkan sebelumnya.

Contohnya pagi ini.

"Lo lihat sendiri, kan Ren? Siapa yang duluan jalan ke kamar mandi?"

Renjana dibuat gila pagi ini karena Nanda dan Janu yang berebut masuk ke kamar mandi. Padahal, biasanya mereka berdua suka mandi bersama. Tapi, entah kenapa Nanda dan Janu terlihat tidak mau melakukan kegiatan persahabatan itu. Mereka berdua juga terlihat seperti musuhan membuat Renjana pusing karena dia yang sedang asyik melihat bahan masakan di dalam kulkas, tiba-tiba diseret ke kamar mandi hanya untuk menjadi saksi.

"Aku nggak lihat. Mandi bareng aja kalian! Biasanya juga mandi berdua!" gerutu Renjana yang hendak kembali ke dapur tetapi dia malah ditahan oleh Nanda dan Janu. Dua orang berbadan besar itu sama-sama memegang pundaknya sehingga dia tidak bisa berjalan ke dapur.

"Nggak mau!" seru Nanda dan Janu secara bersamaan membuat Renjana mengerjapkan matanya karena bingung.

"Tumben?"

"Males banget gue sama makhluk ini. Bisa-bisanya dia main game tanpa ngajakin gue!" ucap Janu sambil melirik sinis ke Nanda yang mendengus kesal.

"Lebih malesin lo yang selalu jadi beban tiap main game!" ucap Nanda yang tidak lupa memberikan tatapan sinisnya sambil melipat kedua lengannya di depan dada.

Mereka berdua malah saling bertatapan sinis di depan kamar mandi membuat Renjana mendengus jengkel lalu memutuskan untuk kembali ke dapur.

"Jangan pergi dulu, tuyul! Lo belum kasih tahu siapa yang duluan jalan ke kamar mandi!" seru Janu sambil menahan Renjana yang raut wajahnya sudah menunjukkan raut wajah "perdamaian dunia".

" KAMU BUDEG?! AKU TADI BILANG NGGAK TAHU!"

Janu dan Nanda hanya bersiul sambil melihat ke segala arah ketika Renjana memicingkan matanya dengan kesal ke arah dua temannya itu.

"Nggak usah kalian mandi! Ngerepotin dunia aja kalian!" gerutu Renjana yang berbalik pergi menuju dapur. Dia harus memasak sarapan untuk para temannya ini.

"Minggir! Gue mau boker!" seru Mada yang berlari terbirit-birit masuk ke dalam kamar mandi.

"Mau mandi aja pake acara ribut dulu kalian" gerutu Mada sebelum pintu itu ia tutup dengan sempurna, meninggalkan Janu dan Nanda yang hanya bisa bergeming di tempat mereka berdiri.

Lalu setelahnya, mereka berdua berlari menuju kamar Renjana dan Jiro karena mereka tahu di dalam sana ada kamar mandi.

Renjana hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Nanda dan Janu sampai dorong-dorongan ketika mereka hendak masuk ke dalam kamarnya dan Jiro.

"Dasar bocah!"

***

Hadi menghembuskan nafas lelah karena setibanya dia di kelas, dia sudah mendapati Fei melambaikan tangan kepadanya lalu menepuk bangku kosong di sampingnya. Apakah Fei tidak mengerti juga bahwa Hadi tidak menyukai Fei dan tidak akan pernah bisa membalas perasaan gadis itu?

Harus dengan cara apalagi Hadi memberitahu Fei?

Hadi memilih pura-pura tidak melihat lambaian tangan dari Fei dan melangkahkan kakinya menuju Bobi yang langsung menyingkirkan tas nya yang ia taruh di kursi di sebelahnya.

[FF NCT DREAM] KARSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang