Renjana melambaikan tangannya ke Putra setelah dia dengan Janu tiba di kafe tempat mereka janjian bertemu. Renjana sudah berlari kecil menghampiri Putra yang terlihat antusias karena sudah cukup lama dia tidak bertemu dengan mantan rekan kerjanya ini. Sedangkan Janu hanya berjalan sambil sesekali tebar pesona ke perempuan yang ada di kafe itu. Sepertinya, penyakit tebar pesona Nanda sudah menular ke Janu dan semakin parah saja.
Janu sempat memberikan senyuman tampannya ke salah satu gadis yang duduk bersama temannya di sana. Melihat gadis itu tersipu membuat Janu memasang wajah jumawa karena berhasil membuat anak gadis orang klepek-klepek.
"Kak Putraaa, gimana kabarnya? Sehat?" tanya Renjana ke Putra yang tersenyum lebar ke Renjana. Dia senang sekali bisa bertemu dengan Renjana lagi.
"Alhamdulillah sehat, Ren. Lo gimana? Beneran mau lanjut S2 di Jepang?" tanya Putra ke Renjana yang menganggukkan kepalanya.
"Iya, kak. Aku udah daftaar, doain aku lolos, ya kak" ucap Renjana ke Putra yang menganggukkan kepalanya. Pria itu menatap bangga ke Renjana.
Putra ingat sekali pertama kali Renjana bekerja di perusahaan Arka, anak itu terlihat diam dan selalu mengiyakan semua permintaan tolong rekan-rekan kerjanya. Setiap hari anak itu selalu lembur dan tidak pernah menolak pekerjaan dari yang lain meskipun pekerjaannya sendiri juga belum selesai. Disaat Putra bersiap-siap pulang, dia selalu melihat Renjana masih duduk di depan komputer.
Renjana yang dulu selalu dijadikan sapi perah oleh rekan-rekan kerjanya. Renjana yang jarang sekali tersenyum di kantor dan selalu terlihat tertekan. Sekarang, sosok itu telah tergantikan dengan Renjana yang ceria dan lebih cerewet.
Dan Putra menganggap, perubahan itu terjadi semenjak Renjana bertemu dengan teman-temannya yang baik. Meskipun di mata Putra, Janu adalah sosok yang menyebalkan. Tetapi, harus Putra akui, kehadiran Janu di kantor membuat Renjana menjadi lebih ceria dari pada sebelumnya.
"Lo.., berubah banget, Ren. Sumpah" ucap Putra membuat Renjana tertawa.
"Berubah gimana, kak?"
"Woi! Asyik aja ngobrol berdua, sampe lupa lo mesen. Untung gue baik. Gue pesenin sesuai sama selera lo" ucap Janu yang duduk di kursi kosong di samping Putra.
"Makasih, Nuu. Lagian, aku udah kangen sama Kak Putra. Kamu nggak kangen apa?" ucap Renjana ke Janu yang menoleh ke Putra lalu menatapnya dengan tatapan menyelidik.
"Nggak, tuh. Buat apa kangen sama rekan lama?" ucap Janu membuat Putra mendengus jengkel.
"Gue juga nggak kangen sama lo. Keadaan di kantor jadi lebih tentram sesudah lo resign tahu, nggak" ucap Putra sambil menatap sinis ke Janu.
"Fix, kalian saling kangen" ucap Renjana dan terlihat sekali Janu serta Putra tidak menerima ucapan Renjana itu.
"Gue lebih kangen sama lo, Ren. Biasanya di kantor ada yang bantuin gue kalo gue udah kalang kabut sama laporan" ucap Putra.
"Dih, Ren. Putra cuma jadiin lo babu doang selama ini" ucap Janu yang mulai menjadi kompor.
"Lebih tepatnya, elo yang jadiin gue babu, ya Janu" gerutu Putra.
"Waaah, Putra makin berani aja sama gue, Ren. Gede juga nyali lu, Put?" ucap Janu ke Putra yang mendengus.
"Nyesel gue. Kenapa dulu gue sempet takut sama lo? Padahal, mudah banget bikin lo keyok" ucap Putra.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)